Lima Banjir Bandang Susulan Terjang Maninjau Agam Sepanjang Kamis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jan 2026, 21:28
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Aparat kepolisian sedang berada di lokasi banjir bandang di Muaro Pisang, Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Aparat kepolisian sedang berada di lokasi banjir bandang di Muaro Pisang, Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. (Antara)

Ntvnews.id, Maninjau - Banjir bandang dilaporkan terjadi sebanyak lima kali di kawasan Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sepanjang Kamis, 1 Januari 2026. Peristiwa tersebut berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan dipicu longsor susulan di wilayah sekitar.

“Sudah lima kali banjir bandang melanda Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, semenjak Kamis (1/1) pagi sampai sore,” kata Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar di Lubuk Basung, Kamis.

Menurut Muzakar, banjir bandang terjadi secara beruntun sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Aliran material dipicu oleh longsor susulan yang terjadi di kawasan Kelok 28 dan Kelok 42. Setelah sempat mereda, banjir bandang kembali terjadi dengan membawa material berupa lumpur dan bebatuan ke arah Pasar Maninjau atau Simpang Maninjau.

“Ini mengingat Sungai Muaro Pisang tertimbun material tanah, sehingga mengalir ke lokasi lain ke arah Simpang Maninjau,” katanya.

Material banjir bandang tersebut dilaporkan masuk ke permukiman warga dan menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat aparat setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat banjir bandang susulan masih berpotensi terjadi meski cuaca tidak hujan.

“Warga sekitar telah mengungsi ke mushala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah, dengan jumlah sekitar 200 orang,” kata Muzakar.

Ia menambahkan, alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material banjir secara tentatif. Apabila tidak terjadi banjir bandang susulan, alat berat akan langsung difokuskan untuk membuka kembali akses jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dengan Bukittinggi. Namun, ketika banjir bandang kembali terjadi, pekerjaan alat berat harus dihentikan sementara demi keselamatan.

Di bagian hulu Sungai Muaro Pisang, lanjut Muzakar, masyarakat diminta berperan aktif memberikan informasi apabila terjadi longsor susulan agar warga di bagian hilir dapat segera bersiaga.

“Saat tanah longsor terjadi, langsung dilaporkan ke bawah, sehingga pembersihan material dihentikan,” kata Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar.

(Sumber: Antara)

x|close