Awal Tahun 2026, Banjir Bandang Terjadi Lagi di Maninjau, Agam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jan 2026, 13:54
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Material banjir bandang menutupi badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi tepatnya di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis, 1 Januari 2026 dini hari. ANTARA/HO-BPBD Agam Material banjir bandang menutupi badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi tepatnya di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis, 1 Januari 2026 dini hari. ANTARA/HO-BPBD Agam (Antara)

Ntvnews.id, Lubuk Basung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan banjir bandang kembali melanda Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya pada Kamis dini hari, 1 Januari 2026.

"Banjir bandang disertai bunyi gemuruh di hulu Sungai Muaro Pisang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan gemuruh terdengar beberapa kali di hulu sungai tersebut, sehingga masyarakat berhamburan keluar rumah. Warga yang tinggal di sepanjang sungai mengungsi ke sekolah, rumah warga, dan lokasi aman lainnya setelah rumah mereka digenangi material lumpur dan bebatuan.

"Tidak ada korban akibat kejadian itu, karena warga langsung mengungsi saat mendengar gemuruh di hulu sungai," ujarnya.

Baca Juga: BPBD: 81 KK di Kecamatan Sindang Beliti Ilir Rejang Lebong Terdampak Banjir Bandang

Abdul Ghafur menambahkan, material banjir bandang juga menutupi badan jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dan Kota Bukittinggi, sehingga jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material banjir bandang berupa lumpur dan bebatuan," kata dia.

Ia mengakui banjir bandang tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda daerah itu pada Rabu, 31 Desember 2025 malam, sehingga material bekas tanah longsor di hulu sungai turun dan mengakibatkan sungai meluap.

Sebelumnya, banjir bandang juga sudah beberapa kali terjadi di daerah tersebut. Abdul Ghafur mengimbau warga yang tinggal sepanjang sungai dan pengendara agar meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi dengan segera mengungsi dan tidak melewati daerah terdampak.

Baca Juga: Kemenhut Izinkan Pemda Manfaatkan Kayu Hanyut Banjir untuk Kepentingan Masyarakat

(Sumber: Antara) 

x|close