Ntvnews.id, Aceh Tamiang - Presiden Prabowo Subianto meluruskan pernyataan Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Suharyanto terkait penggunaan istilah “uang lelah” bagi prajurit TNI yang bertugas dalam penanganan bencana di wilayah Sumatra. Prabowo menegaskan bahwa prajurit TNI tidak pantas disebut lelah dalam menjalankan tugas negara.
Koreksi tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026. Rapat itu membahas dukungan anggaran BNPB dalam operasi tanggap darurat, termasuk pembiayaan kebutuhan personel TNI yang diterjunkan ke lapangan.
Dalam paparannya, Suharyanto menjelaskan bahwa dukungan anggaran untuk Mabes TNI pada akhir tahun belum sepenuhnya terealisasi karena terbentur mekanisme administrasi penutupan anggaran.
“Mabes TNI meminta dukungan yang akhir tahun ini ada Rp80 miliar lebih, kami baru dukung Rp26 miliar, bukan uangnya tidak ada, karena pertanggungjawaban keuangan di tanggal 31 (Desember) kan harus selesai, Bapak, nanti dimulai lagi di tanggal 1 (Januari) ini, Bapak, jadi tidak ada masalah untuk segi keuangan,” kata Suharyanto.
Baca Juga: Jelang Tahun Baru, BNPB Dorong Pemda Perkuat Mitigasi Bencana
Ia kemudian menyampaikan bahwa setiap prajurit TNI yang bertugas di lapangan memperoleh uang makan dan uang lelah dengan nilai tertentu. Penjelasan inilah yang langsung mendapat perhatian Presiden Prabowo.
“Para prajurit di lapangan mendapat uang makan dan uang lelah, Bapak, uang saku. Per orang Rp165.000. Kemudian pergeseran pasukan dari homebase...,” katanya.
Pernyataan tersebut kemudian dikoreksi Presiden Prabowo, yang menekankan bahwa istilah “uang lelah” tidak tepat digunakan untuk prajurit TNI yang menjalankan tugas kemanusiaan dan pengabdian kepada negara.
Kepala BNPB
“Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara nggak boleh lelah,” kata Prabowo mengoreksi.
Menanggapi koreksi tersebut, Suharyanto langsung menyesuaikan istilah yang digunakan.
“Uang saku, Bapak, siap,” jawab Suharyanto.
Baca Juga: BNPB: Posko Halim Distribusikan 1.526 ton Bantuan, 97 Persen untuk Bencana Sumatera
Prabowo kemudian menegaskan, dana tersebut lebih tepat disebut sebagai uang semangat, sembari menekankan semangat pengabdian prajurit TNI. “Uang semangat, tidak mengenal lelah,” katanya.
“Siap, tidak mengenal lelah, siap,” jawab Suharyanto.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa TNI memiliki tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. “Tidak mengenal lelah, berbakti kepada negara dan bangsa,” kata Prabowo.
Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Usai Tinjau Lokasi Bencana di Aceh Tamiang (Sekretariat Presiden)