Gencatan Senjata Bertahan, Thailand Bebaskan 18 Tentara Kamboja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jan 2026, 14:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip Foto - Tentara Kamboja berjaga di kawasan perbatasan Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat 29 Agustus 2025. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa/am. Arsip Foto - Tentara Kamboja berjaga di kawasan perbatasan Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat 29 Agustus 2025. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa/am. (Antara)

Ntvnews.id, Bangkok - Thailand membebaskan 18 personel militer Kamboja yang sebelumnya ditahan sejak Juli lalu di tengah memanasnya konflik perbatasan kedua negara.

Pembebasan ini dilakukan setelah gencatan senjata terbaru dinilai mampu bertahan lebih dari tiga hari, usai rangkaian bentrokan mematikan yang berlangsung selama berminggu-minggu.

Dilansir dari AFP, Kamis, 1 Januari 2026, informasi mengenai pemulangan belasan tentara Kamboja tersebut disampaikan oleh Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra. Ia menyebut para tentara itu dibebaskan oleh otoritas Thailand pada Rabu, 31 Desember 2025 waktu setempat.

"Saya dapat memastikan bahwa 18 tentara heroik kami telah tiba dengan selamat di tanah Kamboja sekitar pukul 10.00 waktu setempat," kata Pheaktra kepada AFP.

Baca Juga: Amerika Serikat Desak Kamboja dan Thailand Jalankan Kesepakatan Damai

Kementerian Luar Negeri Thailand turut mengonfirmasi pembebasan dan pemulangan 18 tentara Kamboja tersebut. Pemerintah Thailand menyebut langkah itu dilakukan "sebagai perwujudan niat baik dan membangun kepercayaan".

Rasa haru juga disampaikan keluarga para tentara yang dibebaskan.

"Saya sangat bahagia. Saya tidak sabar untuk bertemu dengannya. Saya sangat merindukannya," ucap Voeung Vy, ayah dari salah satu tentara Kamboja, kepada AFP. Ia mengatakan akan menyambut kepulangan putranya di Phnom Penh, ibu kota Kamboja.

Sebelumnya, Thailand dan Kamboja menyepakati gencatan senjata terbaru pada Sabtu, 27 Desember 2025 waktu setempat. Kesepakatan itu mengakhiri kembali pecahnya pertempuran di wilayah perbatasan kedua negara, yang menewaskan puluhan orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.

Tentara Kamboja berjaga di kawasan perbatasan Prey Chan, Banteay Meanchey, Kamboja, Jumat 29 Agustus 2025. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA) <b>(Antara)</b> Tentara Kamboja berjaga di kawasan perbatasan Prey Chan, Banteay Meanchey, Kamboja, Jumat 29 Agustus 2025. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA) (Antara)

Dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut, Bangkok dan Phnom Penh berkomitmen menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, serta bekerja sama dalam pembersihan ranjau di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan. Kedua negara juga sepakat mengizinkan warga sipil di kawasan perbatasan untuk segera kembali ke rumah masing-masing.

Sesuai kesepakatan, Thailand diwajibkan memulangkan 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak Juli lalu dalam waktu 72 jam, dengan catatan gencatan senjata dapat terus bertahan.

Baca Juga: Kamboja Tuduh Thailand Lakukan Serangan Saat Proses Dialog Perdamaian Berlangsung

Diketahui, bentrokan kembali terjadi di perbatasan Thailand-Kamboja pada awal Desember, melibatkan artileri, tank, hingga pengerahan jet tempur. Konflik tersebut berakar dari sengketa batas wilayah sepanjang sekitar 800 kilometer yang ditetapkan pada era kolonial, di mana kedua negara saling mengklaim reruntuhan kuil berusia ratusan tahun.

Meski gencatan senjata berhasil menghentikan pertempuran, Thailand dan Kamboja masih dihadapkan pada pekerjaan besar untuk menyelesaikan persoalan penetapan batas wilayah perbatasan yang hingga kini masih menjadi sumber sengketa.

x|close