Ntvnews.id, Aceh Tamiang - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan bahwa sebagian korban bencana di Sumatera memilih membangun hunian sementara secara mandiri.
"Kemudian hunian sementara juga, Bapak, kami laporkan, banyak masyarakat juga yang ingin hunian sementara mandiri, Bapak," ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Desember 2025.
Ia menjelaskan, pada umumnya hunian sementara dibangun di satu lokasi terpusat yang telah ditetapkan. Namun, terdapat warga terdampak yang mengajukan permohonan agar hunian dibangun di lokasi berbeda, sesuai dengan kondisi masing-masing.
Baca Juga: Polres Manggarai Barat Selidiki Penyebab Laka Laut KM Putri Sakinah
"Jadi tidak mau masuk dalam satu titik yang ditentukan. Ini pun kami layani, Bapak. Jadi di titik-titik yang masyarakat terdampak, rumahnya rusak, rusak berat, kemudian tidak mau masuk ke titik yang terpusat, itu dibangun secara terpisah-pisah, Bapak. Ini sudah mulai dibangun," paparnya.
Suharyanto menyebutkan, dari BNPB sendiri telah dibangun hunian sementara mandiri yang tersebar sebanyak 450 unit.
"Dari BNPB tersebar ada 450 unit," tambahnya.
Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Usai Tinjau Lokasi Bencana di Aceh Tamiang (Sekretariat Presiden)
Selain itu, pada hari yang sama, Danantara juga telah menyerahkan 600 unit hunian sementara kepada pemerintah daerah. Penyerahan ini menambah jumlah hunian yang dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak.
"Jadi per hari ini yang terbangun adalah 1.050 unit, Bapak," ungkap Suharyanto.
Baca Juga: Gencatan Senjata Bertahan, Thailand Bebaskan 18 Tentara Kamboja
Di samping itu, ia juga menyampaikan bahwa ada sebagian korban bencana yang memilih menolak hunian dari pemerintah. Bagi warga yang menolak tersebut, pemerintah memberikan bantuan berupa kompensasi tunai.
"Per kepala keluarga mendapat anggaran per bulan Rp 600.000 kali 3 bulan, Bapak. Desember, Januari, Februari, sudah tersalur sebesar 11.414 orang," bebernya.
"Jadi jumlah yang sudah disalurkan Rp 20.545.200.000," sambung Suharyanto.
Kepala BNPB