Ukraina Dituduh Lakukan Serangan Drone Ke Kafe dan Hotel di Kherson, 24 Orang Meninggal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 08:43
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Ledakan. ANTARA. Ilustrasi - Ledakan. ANTARA. (Antara)

 

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Rusia menuding Ukraina melakukan serangan menggunakan pesawat nirawak atau drone yang menghantam sebuah kafe dan hotel di Wilayah Kherson. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya.

Gubernur Kherson yang ditunjuk Rusia, Vladimir Saldo, pada Kamis 1 Januari 2025, menyatakan bahwa tiga drone menghantam lokasi tersebut saat warga sipil tengah merayakan pergantian tahun.

"Malam ini, musuh [Ukraina] melakukan serangan drone terarah ke tempat warga sipil merayakan Tahun Baru. Tiga drone menghantam sebuah kafe dan hotel di pesisir Laut Hitam di Khorly," kata Saldo.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah korban masih bersifat sementara dan terus diperbarui oleh otoritas setempat.

"Data sementara: lebih dari 50 orang terluka, 24 tewas. Kami masih mengklarifikasi jumlahnya. Banyak yang terbakar hidup-hidup. Seorang anak tewas," ujarnya.

Saldo menambahkan bahwa serangan tersebut terjadi hampir bertepatan dengan pergantian tahun. Api akibat serangan itu telah berhasil dipadamkan, sementara tim medis masih berupaya memberikan pertolongan maksimal kepada para korban yang terluka.

Baca Juga: Kemenhan Rusia: Drone di Sekitar Kediaman Putin Bawa 6 Kilogram Bahan Peledak

Wilayah Kherson sendiri secara internasional diakui sebagai bagian dari Ukraina, namun saat ini dikuasai Rusia dan diklaim sebagai wilayah resminya. Pada 30 September 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit aneksasi terhadap Kherson bersama tiga wilayah Ukraina lainnya, yakni Donetsk, Luhansk, dan Zaporizhzhia.

Menanggapi insiden tersebut, Ketua Dewan Federasi atau Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Valentina Matvienko, pada Kamis menyerukan agar komunitas internasional dan para pemimpin dunia mengecam serangan drone tersebut.

Ia menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun atas serangan yang menyasar warga sipil, terlebih pada malam perayaan Tahun Baru.

Matvienko juga menyatakan bahwa militer Ukraina mengetahui keberadaan warga sipil, termasuk anak-anak, di lokasi tersebut, namun tetap melancarkan serangan yang dinilainya disengaja.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan atau tanggapan resmi dari pemerintah Ukraina terkait tudingan serangan drone di wilayah Kherson tersebut.

 

(Sumber : Antara)

x|close