Iran Laporkan Dua Kapal Tanker Terbakar di Selat Hormuz, Drone AS Diklaim Berhasil Dicegat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Nov 2026, 09:48
thumbnail-author
Amanda Putri Utomo
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Kepulan asap membumbung akibat satu unit kapal tanker terbakar di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau laut. Kepulan asap membumbung akibat satu unit kapal tanker terbakar di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau laut. ((ANTARA/HO-IRNA/IRGC))

Ntvnews.id, Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan dua kapal tanker mengalami kebakaran setelah diduga menabrak ranjau ketika melintas di kawasan Selat Hormuz pada Jumat (6/11). Insiden tersebut terjadi saat kedua kapal disebut berupaya keluar dari wilayah perairan melalui jalur yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan pelayaran setempat.

Dalam keterangannya, IRGC menyebut kedua kapal mematikan perangkat navigasi dan identifikasi sebelum memasuki jalur tersebut. Iran juga menuding adanya dukungan militer Amerika Serikat dalam upaya pelayaran kedua tanker itu.

"Dua kapal tanker, yang mematikan sistem navigasi dan identifikasi, dengan dukungan militer agresor Amerika, berupaya meninggalkan wilayah tersebut melalui rute yang dianggap tidak sah atau dilarang di Selat Hormuz. Kapal-kapal itu kemudian menabrak ranjau yang mengakibatkan kebakaran dan menghentikan laju kapal," demikian menurut pernyataan IRGC.

Baca Juga: Iran Sindir Trump Usai Partai Republik Tumbang di Pemilu Sela AS

Selain melaporkan insiden kapal tanker, IRGC mengumumkan bahwa pasukan Iran telah mencegat sebuah pesawat nirawak atau drone MQ-1 milik Amerika Serikat.
Militer Iran juga mengklaim berhasil menggagalkan aktivitas intelijen Amerika Serikat yang disebut berlangsung di sekitar Pulau Qeshm, wilayah selatan Iran.

Namun, informasi tersebut merupakan klaim dari pihak militer Iran.
Perkembangan ini terjadi di tengah ketegangan hubungan Teheran dengan Washington dan Tel Aviv. Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk wilayah ibu kota Teheran. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran.

Meski intensitas konflik sempat menurun, persoalan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan. Situasi tersebut membuat kawasan Timur Tengah masih menghadapi risiko peningkatan ketegangan dan kemungkinan berlanjutnya aksi saling serang.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling strategis dalam perkembangan konflik tersebut. Jalur perairan ini merupakan lintasan penting bagi distribusi energi global, termasuk minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG).

Baca Juga: AS Sanksi 10 Perusahaan Asing karena Diduga Dukung Operasional Armada Bayangan Iran

Ketegangan di kawasan tersebut sebelumnya telah mengganggu aktivitas pelayaran dan meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi dunia.Dampaknya turut dirasakan di berbagai negara melalui kenaikan harga bahan bakar.

Dengan munculnya laporan terbaru mengenai kebakaran dua kapal tanker dan pencegatan drone, perhatian internasional kembali tertuju pada keamanan Selat Hormuz. Perkembangan situasi di jalur tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas perdagangan dan distribusi energi lintas negara.

(Sumber: ANTARA)