Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, membantah ia terlibat kasus penyadapan yang menyeret eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah jenderal Polri.
Bahlil menegaskan dirinya tak pernah menghadiri pertemuan apa pun sesaat sebelum penangkapan sejumlah jenderal, terkait dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan pejabat negara.
Hal ini ditegaskan Bahlil saat menghadiri Pelantikan DPD I Partai Golkar Maluku, Sabtu, 7 November 2026.
Bahlil memperingatkan bahwa narasi tak berdasar yang disebarkan pihak tertentu berpotensi mengganggu stabilitas nasional serta menciderai nilai kebebasan dalam berdemokrasi.
"Pihak-pihak tertentu telah memanfaatkan ruang demokrasi secara berlebihan. Penyebaran isu semacam ini sangat berbahaya karena berpotensi memicu dampak yang terstruktur dan sistemik," kata Bahlil dalam pidatonya.
Bahlil secara khusus merespons rumor yang mengklaim adanya pertemuan antara para perwira tinggi tersebut dengan pimpinan partai politik sekitar tiga jam sebelum penindakan hukum dilakukan. Ia mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas guna menghentikan spekulasi liar di masyarakat.
Baca Juga: Timnas Indonesia Batalkan Agenda FIFA Matchday November, John Herdman Pilih Gelar TC di Bali
"Ada tuduhan yang mengarah kepada saya, padahal saya tidak pernah hadir dalam pertemuan tersebut. Saya meminta pihak kepolisian mengusut tuntas masalah ini secara transparan agar fitnah tidak terus berkembang. Jika ada yang menganggap saya terlibat, silakan buktikan," tutur Bahlil.
Lebih lanjut, ia menilai pembentukan opini publik ini disengaja untuk memukul elektabilitas Partai Golkar yang mencatatkan tren kenaikan pada berbagai survei nasional, dengan perolehan dukungan berada di kisaran 10,5 hingga 13 persen.
Bahlil mempertanyakan logika di balik tuduhan tersebut, mengingat dirinya sendiri turut menjadi sasaran peretasan atau penyadapan informasi. Bahlil menegaskan akan terus mengawal persoalan ini demi menjaga integritas institusi dan marwah partai yang dipimpinnya.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (YouTube)