Canva PHK 1.271 Karyawan, Tapi Pesangonnya Sangat Mewah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Nov 2026, 07:04
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Canva Canva (IG: Canva)

Ntvnews.id, Jakarta - Platform desain digital asal Australia, Canva, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 22% karyawan secara global. Sebanyak 1.271 pekerja dilaporkan terdampak kebijakan tersebut. Meski demikian, perusahaan memberikan paket kompensasi yang dinilai cukup besar bagi karyawan yang kehilangan pekerjaan.

Pendiri sekaligus CEO Canva, Melanie Perkins, mengumumkan keputusan tersebut melalui memo internal. Ia menyebut kebijakan ini sebagai salah satu keputusan tersulit sepanjang 13 tahun perjalanan perusahaan.

Saat ini, Canva memiliki lebih dari 5.700 karyawan yang tersebar di 37 negara. Namun, perusahaan belum merinci divisi maupun wilayah yang mengalami dampak PHK paling besar.

Rincian Pesangon dan Fasilitas Karyawan Canva

Canva menyiapkan sejumlah kompensasi untuk membantu para pekerja yang terdampak PHK. Salah satu kebijakannya adalah memperbolehkan karyawan membawa pulang MacBook milik perusahaan yang selama ini digunakan untuk bekerja.

Selain itu, karyawan juga memperoleh berbagai fasilitas tambahan untuk mendukung transisi menuju pekerjaan baru.

Dikutip dari NDTV, berikut sejumlah kompensasi yang diberikan Canva kepada karyawan terdampak:

Baca Juga: Pramono Targetkan Jalan Layang Non Tol PJB-Muara Karang Rampung 3 Bulan

Gaji enam bulan: Karyawan mendapatkan kompensasi setara minimal enam bulan gaji, termasuk hak-hak yang diwajibkan berdasarkan peraturan di masing-masing negara.

  • MacBook gratis: Pekerja yang terkena PHK diperbolehkan mempertahankan MacBook fasilitas perusahaan. Kebijakan ini dimaksudkan agar mereka tetap memiliki perangkat untuk menunjang aktivitas dan mencari pekerjaan baru.
  • Langganan LinkedIn Premium: Canva memberikan akses LinkedIn Premium selama 12 bulan guna membantu karyawan memperluas jaringan profesional dan menemukan peluang kerja.
  • Pendampingan karier: Karyawan memperoleh layanan konsultasi karier secara personal, bantuan penyusunan resume, hingga simulasi wawancara kerja.
  • Asuransi kesehatan: Perusahaan menyediakan perlindungan asuransi kesehatan selama 12 bulan di negara-negara yang memiliki fasilitas tersebut.
  • Dukungan kesehatan dan kesejahteraan: Melalui program Canva Care, perusahaan tetap menyediakan layanan bantuan bagi mantan karyawan dan keluarga mereka selama satu tahun.

Tak hanya kompensasi tersebut, Canva juga membuka kesempatan bagi mantan karyawan yang ingin membangun bisnis sendiri atau mengembangkan proyek sosial.

Melalui program Canva Collective Fund, pekerja yang terdampak dapat mengajukan hibah sebesar USD 10.000. Dana tersebut bisa digunakan untuk memulai usaha maupun menjalankan inisiatif di komunitas lokal.

Canva memastikan tidak akan meminta kepemilikan maupun bagian saham dari bisnis atau proyek yang dibiayai melalui program hibah tersebut. Pendaftaran dibuka hingga 14 Desember.

Perusahaan juga menyiapkan direktori alumni secara sukarela yang berisi profil dan informasi para mantan karyawan. Direktori tersebut nantinya dapat diakses oleh investor, mitra bisnis, serta jaringan industri untuk mempertemukan mereka dengan peluang profesional baru.

Untuk mendukung proses transisi, karyawan masih diberikan akses ke Slack dan Gmail hingga akhir pekan. Dengan demikian, mereka memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan rekan kerja dan mengatur proses perpisahan.

Pertumbuhan Canva Melambat di Tengah Persaingan AI

Besarnya paket kompensasi tersebut diberikan di tengah tantangan bisnis yang sedang dihadapi Canva. Perusahaan dilaporkan mengalami perlambatan pertumbuhan untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir.

Melanie Perkins mengungkapkan bahwa manajemen sebelumnya telah mempertimbangkan sejumlah opsi sebelum mengambil keputusan restrukturisasi. Namun, perusahaan menilai penyesuaian dalam skala kecil tidak akan cukup untuk menghadapi kondisi yang ada.

Keputusan PHK ini juga berlangsung ketika teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah industri perangkat lunak kreatif.

Berbagai perangkat berbasis AI kini memungkinkan pengguna membuat gambar, presentasi, hingga materi visual dengan lebih mudah. Perkembangan tersebut turut meningkatkan persaingan bagi platform desain konvensional.

Menghadapi perubahan itu, Canva telah mengalokasikan investasi besar untuk mengembangkan berbagai fitur berbasis AI. Perusahaan juga mulai mengarahkan pengembangan platformnya dengan menjadikan teknologi kecerdasan buatan sebagai salah satu fokus utama.