Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons terkait angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencapai 53.490 pekerja sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Dalam hal ini, Airlangga menegaskan angka penciptaan lapangan kerja masih lebih tinggi dibandingkan jumlah tenaga kerja yang terkena PHK
"Nanti kita lihat kan secara keseluruhan, total penciptaan lapangan kerja masih lebih besar. Nanti dilihat sektornya, sektor apa," ucap Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jumat 25 September 2026.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah pekerja yang terkena PHK hingga Agustus 2026 mencapai 53.490 orang. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK terbanyak.
Baca juga: Rupiah Makin Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa
Baca juga: Airlangga Dorong Simpanan di Koperasi Ikut Mendapat Jaminan LPS
Jawa Barat mencatat sebanyak 10.880 pekerja terkena PHK. Posisi tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya.
Selanjutnya, Banten menempati posisi kedua dengan jumlah PHK sebanyak 6.303 pekerja. Kemudian Jawa Timur dengan 5.400 pekerja.
Jawa Tengah berada di posisi berikutnya dengan 4.769 pekerja yang terkena PHK, disusul DKI Jakarta sebanyak 3.900 pekerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons terkait angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencapai 53.490 pekerja sepanjang Januari hingga Agustus 2026. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)