Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah adanya rencana untuk kembali menyerang Iran setelah pemilihan umum paruh waktu Kongres AS yang digelar pekan ini.
Berdasarkan laporan tim peliput Gedung Putih pada Senin, 2 November 2026, Trump memberikan jawaban singkat ketika wartawan menanyakan kemungkinan AS melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah pemilu pada Selasa, 3 November 2026. Ia menjawab, "tidak".
Trump menjawab pertanyaan tersebut setelah menghadiri sebuah kegiatan di sekitar kolam Reflecting Pool, Washington.
Pada hari yang sama, Trump juga menyampaikan kepada Axios bahwa AS "tidak terburu-buru" untuk kembali terlibat dalam konflik dengan Teheran. Ia menilai tekanan ekonomi telah menguras sumber daya Iran.
Baca Juga: Melania Trump Bantah Keras Rumor Terkait Jeffrey Epstein dalam Pernyataan Langka di Televisi
Meski Trump membantah adanya rencana serangan lanjutan, sejumlah media AS melaporkan bahwa pemerintahannya telah mempertimbangkan kemungkinan operasi militer berskala besar setelah pemilu paruh waktu.
Pemilihan umum paruh waktu AS dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 November 2026. Pemungutan suara tersebut mencakup pemilihan 35 anggota Senat dan seluruh 435 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS. Sejumlah negara bagian juga akan menyelenggarakan pemilihan anggota legislatif dan gubernur.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah Washington bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas serangan tersebut.
Baca Juga: Trump Bantah Rencana Serangan Darat ke Venezuela
Pada pertengahan Juni 2026, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, kedua pihak kembali melancarkan serangan tidak lama setelah kesepakatan tersebut. Hingga kini, konflik antara kedua negara masih belum terselesaikan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dengan bendera Iran. (Antara)