Ntvnews.id, Kabul - Pakistan menyebut sebanyak 28 teroris dan pelaku bom bunuh diri tewas dalam serangkaian serangan udara yang menyasar tiga lokasi di Afghanistan, termasuk Provinsi Kunar. Serangan tersebut dilakukan setelah terjadi aksi bom bunuh diri di wilayah barat laut Pakistan.
Serangan udara terbaru ini meningkatkan kekhawatiran akan kembali pecahnya konflik antara Pakistan dan pemerintahan Taliban di Kabul.
Dilansir dari Outlook India, Selasa, 22 September 2026, Kementerian Informasi Pakistan, menyatakan serangan udara di tiga lokasi Afghanistan menewaskan 28 orang yang mereka sebut sebagai "teroris" dan pelaku bom bunuh diri.
Serangan tersebut semakin meningkatkan ketegangan antara dua negara bertetangga dan memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya kembali pertempuran terbuka.
Salah satu serangan dilaporkan menghantam Provinsi Kunar yang berada di bagian timur Afghanistan. Insiden tersebut terjadi beberapa bulan setelah Pakistan dan Afghanistan terlibat dalam konfrontasi militer paling serius dalam beberapa tahun terakhir pada Februari lalu.
Eskalasi kali ini berlangsung hanya beberapa hari setelah Taliban memperingatkan Pakistan agar tidak melakukan tindakan militer di wilayah Afghanistan. Kabul menegaskan akan memberikan respons apabila wilayahnya kembali diserang.
Baca Juga: 5 Migran Afghanistan Tewas Dehidrasi saat Menyeberang Gurun
Sebelum serangan Pakistan berlangsung, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid telah memperingatkan Islamabad agar tidak melancarkan operasi militer di wilayah Afghanistan.
Mujahid menegaskan Kabul akan memberikan respons militer apabila Pakistan menyerang wilayahnya. Ia juga membantah tuduhan Islamabad yang menyebut kelompok militan yang berbasis di Afghanistan melakukan perekrutan, pelatihan, hingga melancarkan serangan ke Pakistan.
"Jika Pakistan menggunakan Pasal 51 untuk melanggar kedaulatan wilayah Afghanistan, Afghanistan berhak membela negaranya, dan kami akan melakukannya," ujar Mujahid, seperti dikutip dari Outlook India.
Menurut Mujahid, setiap operasi militer Pakistan di Afghanistan merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara tersebut. Ia memperingatkan tindakan semacam itu dapat memicu respons keras dari Kabul.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika ketegangan di sepanjang perbatasan kedua negara terus meningkat.
Kabul Bantah Lindungi TTP
Pernyataan Mujahid disampaikan sebagai respons atas tudingan dari juru bicara militer Pakistan. Kepada Al Arabiya English, pejabat tersebut menyebut kelompok militan memanfaatkan wilayah Afghanistan untuk merekrut, melatih, dan mempersenjatai anggota mereka sebelum dikirim melakukan serangan di Pakistan.
Mujahid membantah tuduhan tersebut. Ia mengatakan pemerintahan Taliban tidak memberikan izin kepada Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) untuk menjalankan aktivitas dari wilayah Afghanistan.
Ia juga menolak anggapan bahwa pemerintahan Taliban memberikan dukungan kepada kelompok bersenjata yang melakukan serangan terhadap negara lain.
Mujahid justru meminta Pakistan mengevaluasi persoalan keamanan di dalam negeri. Menurutnya, serangan yang dikaitkan dengan TTP maupun kelompok bersenjata Baloch telah terjadi sebelum Taliban kembali mengambil alih kekuasaan pada 2021.
Pakistan selama ini berulang kali menuduh kelompok militan memanfaatkan wilayah Afghanistan sebagai basis aktivitas mereka. Islamabad juga terus meminta Kabul mengambil tindakan terhadap kelompok-kelompok tersebut.
Namun, Taliban secara konsisten membantah tudingan bahwa wilayah Afghanistan digunakan sebagai tempat melancarkan serangan terhadap Pakistan.
Kabul Buka Jalur Dialog dan Mediasi
Di tengah ancaman kemungkinan terjadinya aksi militer, Mujahid mengatakan Kabul masih membuka peluang untuk berkomunikasi dengan Islamabad melalui jalur diplomasi.
Ia mendorong kedua negara meningkatkan pertukaran informasi intelijen serta memperkuat kerja sama bilateral untuk menangani persoalan keamanan di sepanjang wilayah perbatasan.
Mujahid juga menyambut kemungkinan keterlibatan Arab Saudi sebagai mediator. Menurutnya, Riyadh memiliki hubungan yang baik dengan Afghanistan dan Pakistan sehingga dapat membantu kedua pihak menyelesaikan perselisihan.
Ketegangan antara Kabul dan Islamabad terus meningkat akibat persoalan aktivitas kelompok militan di sepanjang perbatasan kedua negara.
Serangan udara terbaru Pakistan berpotensi semakin memperburuk hubungan kedua negara. Situasi tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya kembali konfrontasi militer antara Pakistan dan Afghanistan.
Ilustrasi negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)