DPR Mau Mobil Nasional Tak Senasib Esemka: Jangan Sampai Patah Hati Lagi!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 12:51
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Gedung DPR RI Gedung DPR RI (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta agar program mobil nasional (Mobnas) dan mobil listrik nasional (Molinas) tak kembali berhenti di tengah jalan, seperti halnya proyek sejenis di masa lalu.

Menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim, pengembangan kendaraan nasional kembali membuka harapan Indonesia untuk memiliki industri otomotif yang lebih mandiri. Walau begitu, harapan itu perlu diimbangi dengan kebijakan yang konsisten agar program tidak hanya berhenti pada tahap produksi awal.

"Kita seluruh bangsa ini menyambut baik. Karena ini kayak oase di tengah padang pasir. Kita sih memang produksi kita tinggi dalam negeri, tapi kan punya orang semua kalau mau jujur," ujar Chusnunia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Komisi VII DPR RI tentang Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Dirinya menyinggung pengalaman Indonesia kala pernah mengembangkan gagasan mobil nasional, namun akhirnya tak berlanjut. Karenanya, pemerintah perlu memastikan proyek Mobnas dan Molinas kali ini memiliki arah yang lebih jelas dan berkelanjutan.

"Kalau dulu, dulu sempat kan ada mobil nasional, tapi terus game over. Terus sekarang ini kan menjadi berani bermimpi lagi. Cuma pertanyaannya jangan sampai kita patah hati lagi. Itu sih, ini yang harus kita jaga bersama," tuturnya.

Ia memandang, keberhasilan program kendaraan nasional tidak cukup diukur dari kemampuan memproduksi kendaraan. Pemerintah pun perlu menentukan target yang bisa menjadi ukuran keberhasilan dalam jangka menengah hingga panjang.

Dia mempertanyakan indikator yang akan digunakan untuk mengukur perkembangan Mobnas dan Molinas dalam lima sampai 10 tahun mendatang. Menurut Chusnunia, target itu penting agar program memiliki arah yang jelas dan tak berhenti setelah fasilitas produksi mulai berjalan.

"Untuk Molinas dan mobil nasional, indikator keberhasilannya untuk 5-10 tahun ke depan itu seberapa? Jadi kita berharap pemerintah dalam hal ini bisa betul-betul kawal sampai produksi kendaraan itu berbentuk," jelas dia.

Di produksi, ia mendorong agar industri kendaraan nasional mampu menguasai pasar domestik. Indonesia memiliki pasar kendaraan yang besar, sehingga pengembangan industri nasional dinilai seharusnya tidak hanya membuat masyarakat menjadi konsumen produk dari negara lain.

Kemampuan menembus pasar ekspor juga menjadi salah satu hal yang perlu dikejar. Sehingga, Mobnas dan Molinas tidak hanya berfungsi sebagai proyek industri dalam negeri, tetapi dapat menjadi bagian dari rantai industri otomotif yang memiliki daya saing di pasar global.

Ia ingin DPR melalui Panja Komisi VII bersama pemerintah dapat mengawal pembangunan ekosistem kendaraan listrik secara berkelanjutan. Menurut Chusnunia, konsistensi menjadi kunci agar momentum pengembangan Mobnas dan Molinas kali ini tidak kembali berakhir tanpa hasil.

x|close