Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin meninjau langsung tiga perlintasan sebidang di wilayah Daop 6 Yogyakarta, Jumat 6 November 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kualitas prasarana, termasuk pekerjaan Concrete Level Crossing (CLC), sekaligus mempersiapkan keselamatan perjalanan kereta api menjelang musim hujan dan Angkutan Natal 2026 serta Tahun Baru 2027 (Nataru).
Tiga lokasi yang ditinjau meliputi JPL 707 di Dusun Tapen, Kalurahan Argosari, Kabupaten Bantul; JPL 704 di Bantar Kulon, Kabupaten Kulon Progo; serta JPL 739 di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Bobby menegaskan bahwa kesiapan prasarana harus dipastikan melalui pengawasan langsung agar perjalanan kereta api tetap aman dan pelayanan kepada masyarakat terjaga.
Baca Juga: KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin Terkait Korupsi Digitalisasi SPBU
“Keselamatan adalah prioritas. Saya ingin memastikan langsung setiap pekerjaan berjalan baik dan seluruh jajaran KAI siap menghadapi musim hujan serta Angkutan Nataru,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Jumat 6 November 2026.
Bobby juga menekankan pentingnya konsistensi seluruh jajaran KAI dalam menjaga keandalan operasional dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
“Fokus saya adalah menjaga keselamatan, dan memastikan pelayanan KAI terus semakin baik. Masyarakat harus mendapatkan layanan terbaik,” tegas Bobby.
Baca Juga: Dirut KAI Bobby Sambangi Istana
Peninjauan tersebut berlangsung di tengah sorotan terhadap Bobby setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai Rp2 miliar.
Penyitaan ini dilakukan dalam rangkaian penyidikan kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) untuk periode 2018–2023.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya tindakan penyitaan uang dari Bobby yang dalam perkara ini berstatus sebagai saksi.
"Benar, dalam penyidikan perkara itu telah dilakukan penyitaan uang senilai Rp2 miliar dari salah seorang saksi, saudara BR," ujar Budi di kantornya, 6 November 2026.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin saat berdiskusi dengan awak media saat perjalan Kereta Luar Biasa (KLB) Kereta Wisata, Rabu, 8 Juli 2026. (Antara)