Parlemen Jepang Gelar Voting PM, Sanae Takaichi Berpeluang Besar Kembali Terpilih

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 21:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berbicara pada konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, 19 Januari 2026. (Rodrigo Reyes Marin/Pool via Xinhua) Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berbicara pada konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, 19 Januari 2026. (Rodrigo Reyes Marin/Pool via Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Parlemen Jepang dijadwalkan menggelar pemungutan suara untuk menentukan perdana menteri pada Rabu, 18 Februari 2026, bertepatan dengan dimulainya sesi khusus Diet yang akan berlangsung selama 150 hari. Nama Sanae Takaichi diperkirakan kembali memperoleh dukungan mayoritas.

Agenda tersebut digelar setelah koalisi pemerintah memperkuat posisinya di Dewan Perwakilan Rakyat menyusul hasil pemilihan majelis rendah pada Sabtu, 8 Februari 2026.

Dalam pemungutan suara itu, Partai Demokrat Liberal (LDP) bersama mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang, mengamankan 352 kursi atau lebih dari dua pertiga total kursi majelis rendah yang memiliki peran dominan dalam sistem parlemen Jepang. Perolehan tersebut meningkat signifikan dibanding mayoritas tipis yang sebelumnya mereka kuasai.

Dengan komposisi baru tersebut, Takaichi diperkirakan segera membentuk kabinet kedua setelah proses pemilihan resmi di parlemen.

Sumber senior pemerintah menyebutkan ia berencana mempertahankan jajaran kabinet pertamanya yang dibentuk saat mulai menjabat sebagai perdana menteri pada Oktober 2025.

Baca Juga: Jepang Gelar Pemilu Kilat di Tengah Salju

Meski koalisi pemerintah kini solid di majelis rendah, posisinya di Dewan Penasihat yang beranggotakan 248 kursi masih minoritas.

Karena itu, Takaichi telah memberi sinyal akan tetap membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan partai oposisi guna memastikan stabilitas pemerintahan.

Sesi khusus Diet selama 150 hari tersebut pada tahap awal diproyeksikan berfokus pada pembahasan dan pengesahan anggaran awal tahun fiskal 2026. Anggaran tersebut ditargetkan rampung pada akhir Maret 2026 sebelum tahun fiskal baru dimulai pada April 2026, di tengah spekulasi kemungkinan pemilihan umum mendadak.

Sidang parlemen dijadwalkan berlangsung setidaknya hingga Jumat, 17 Juli 2026, dengan durasi yang setara dengan sidang reguler sebelumnya yang dibubarkan pada Januari 2026 untuk keperluan pemilu.

Pemerintah secara resmi telah menyampaikan jadwal ini kepada partai berkuasa dan oposisi pada Jumat, 13 Februari 2026. Adapun pidato perdana menteri bersama tiga menteri senior lainnya dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026.

Baca Juga: PM Jepang Umumkan Pembubaran DPR

(Sumber: Antara) 

x|close