Ntvnews.id, Jakarta - Salah satu bank digital terbesar di Paraguay, Bank Ueno, kolaps. Kondisi itu menimbulkan jutaan nasabahnya tak bisa melihat saldo rekening di aplikasi, hingga menarik dana dari ATM.
Lantas, Bank Sentral Paraguay (Banco Central del Paraguay/BCP) menutup serta mengambil alih operasional bank itu. Kondisi ini menimbulkan gelombang aksi demonstrasi hingga akhirnya membuat Presiden Paraguay mengundurkan diri.
Penutupan Bank Ueno berdampak terhadap sekitar 2,9 juta nasabah. Beberapa nasabah mendatangi kantor cabang bank untuk meminta kejelasan mengenai nasib uang mereka setelah layanan perbankan dihentikan.
BCP memulai prosedur resolusi terhadap Bank Ueno pada 3 November 2026. Regulator menemukan rasio solvabilitas bank berada di bawah 50 persen dari batas minimum yang dipersyaratkan.
Dengan proses resolusi tersebut, operasional Bank Ueno dihentikan sementara. Penghentian layanan mencakup transaksi menggunakan kartu, penarikan uang tunai melalui ATM, serta akses layanan perbankan digital.
Guna melindungi nasabah, BCP menyatakan simpanan masyarakat dijamin melalui Fondo de Garantía de Depósitos (FGD), atau dana penjaminan simpanan. Nilai perlindungan mencapai 75 kali upah minimum bulanan, setara sekitar 228,3 juta guaraní Paraguay per nasabah per bank.
BCP, mengumumkan dimulainya pembayaran jaminan simpanan untuk kelompok nasabah pertama. Nasabah dengan total simpanan maksimal 10 juta guaraní dan tidak memiliki kewajiban utang kepada Bank Ueno termasuk dalam kelompok awal penerima pembayaran, mengutip Bloomberg.
Adapun Presiden Paraguay Santiago Peña mengajukan pengunduran diri pada Kamis, 5 November 2026. Keputusan itu disampaikan beberapa jam sebelum parlemen melanjutkan proses pemakzulan terhadap dirinya.
Peña kehilangan dukungan dari sejumlah anggota partainya sendiri, Partai Colorado.
Melalui pernyataan melalui rekaman video, Peña mengatakan keputusannya diambil demi menjaga stabilitas negara dan institusi demokrasi Paraguay.
"Saya telah mengambil keputusan untuk mengajukan pengunduran diri sebagai Presiden Republik. Saya melakukan ini dengan mempertimbangkan stabilitas negara kita, perdamaian sosial, dan kebutuhan untuk menjaga institusi demokrasi kita," kata Peña.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Paraguay.
"Saya juga ingin meminta maaf kepada rakyat. Jika pada suatu waktu saya melakukan kesalahan, tidak pernah ada niat saya untuk mengkhianati kepercayaan yang telah mereka berikan," kata dia.
Kepala BOP sebelumnya telah mengundurkan diri. Lalu delapan eksekutif Bank Ueno menjadi sasaran surat perintah penangkapan. Sejumlah pejabat bank kemudian menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum.
Apabila proses pemakzulan berujung pada pemberhentian Peña, Wakil Presiden Pedro Alliana berpeluang menggantikan.
Presiden Paraguay Santiago Pena. (Instagram)