Menhan Filipina Serukan Persatuan ASEAN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Okt 2026, 08:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Ilustrasi - Laut China Selatan. ANTARA/Anadolu/py Arsip - Ilustrasi - Laut China Selatan. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Manila - Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. mengimbau negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk menjaga persatuan kawasan dan tidak membiarkan perbedaan kepentingan memicu perpecahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Teodoro saat membuka Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN ke-20 (ADMM) di Cebu, Filipina, Rabu, 28 Oktober 2026.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn bersama para menteri pertahanan dari negara-negara anggota turut menghadiri pertemuan tersebut, berdasarkan keterangan ASEAN melalui media sosial X.

Filipina yang saat ini memegang keketuaan ASEAN menjadi tuan rumah pertemuan bertema “Navigating Our Future, Together” atau Menavigasi Masa Depan Bersama.

Baca Juga: Menko Polkam Beri Arahan kepada Personel Satgas di Papua

Dalam agenda tersebut, para menteri pertahanan ASEAN menghasilkan pernyataan bersama untuk memperingati 50 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara serta dua dekade penyelenggaraan ADMM.

Selain itu, para menteri menyepakati sejumlah inisiatif dan kegiatan baru untuk memperkuat kerja sama pertahanan di bawah kerangka ADMM.

Menhan Filipina Soroti Sengketa Laut China Selatan

Dalam pidato pembukaannya, Teodoro menekankan pentingnya penyelesaian berbagai perselisihan di kawasan, termasuk sengketa Laut China Selatan, melalui jalur damai dan berlandaskan hukum internasional.

“ASEAN didirikan atas keyakinan bahwa kekuatan kita terletak pada keberagaman. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan perbedaan memecah persatuan dari dalam. Jika terdapat perbedaan, termasuk di Laut China Selatan, kita harus menyelesaikannya melalui cara-cara damai dan sesuai hukum,” kata Teodoro, dikutip dari media Filipina berbahasa Inggris, Rappler.

Teodoro menilai keberagaman kepentingan negara-negara anggota tidak seharusnya menjadi penghalang bagi ASEAN untuk mempertahankan solidaritas dan memperkuat stabilitas kawasan.

Setelah ADMM, para kepala pertahanan negara-negara ASEAN dijadwalkan menghadiri Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus ke-13 (ADMM-Plus).

Forum tersebut juga melibatkan pejabat pertahanan dari sejumlah negara mitra, termasuk Amerika Serikat, India, Jepang, Australia, dan Korea Selatan, melalui pertemuan terpisah.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun tidak hadir dalam agenda tersebut. Beijing diwakili oleh atase pertahanan Kedutaan Besar Tiongkok di Manila.