MBG Serap Anggaran 63,89 Persen hingga September 2026, BGN Masih Punya Rp79 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Sep 2026, 07:58
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Kepala BGN, Sudaryono Kepala BGN, Sudaryono (BGN)

Ntvnews.id

, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan dengan cakupan penerima manfaat yang semakin luas. Hingga pertengahan September 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi anggaran program tersebut telah mencapai Rp139,77 triliun.

Angka itu setara dengan 63,89 persen dari total pagu anggaran MBG yang tersedia sebesar Rp218,77 triliun. Dengan demikian, masih terdapat sekitar Rp79 triliun anggaran yang belum terealisasi dan akan digunakan untuk mendukung penyaluran Program MBG hingga akhir 2026.

Capaian tersebut disampaikan Kepala BGN, Sudaryonodalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Kamis, 17 September 2026.

Menurutnya, realisasi anggaran MBG tidak dapat dilepaskan dari proses pembenahan tata kelola yang saat ini terus dilakukan BGN. Pemerintah tidak hanya mengejar perluasan program, tetapi juga memastikan penerima manfaat serta satuan pelayanan yang menjalankan program benar-benar siap.

"Realisasi anggaran Program MBG sampai 16 September 2026 telah mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89% dari pagu Rp218,77 triliun. Pada saat yang sama, kami terus melakukan pembenahan tata kelola agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran dan kualitas layanannya tetap terjaga," katanya.

Anggaran MBG tersebut merupakan bagian dari pagu anggaran BGN Tahun Anggaran 2026 yang telah melalui proses penajaman belanja. Sebelum penajaman, total pagu anggaran BGN sebesar Rp268 triliun, yang terdiri atas Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp255,83 triliun dan Dukungan Manajemen sebesar Rp12,17 triliun.

Setelah penajaman belanja, total pagu BGN menjadi Rp229,75 triliun, dengan alokasi Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp221,30 triliun dan Dukungan Manajemen sebesar Rp8,45 triliun.

Dari total anggaran Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp221,30 triliun, sebanyak Rp218,77 triliun atau 98,86 persen dialokasikan untuk anggaran MBG, sedangkan Rp2,53 triliun atau 1,14 persen dialokasikan untuk kegiatan teknis non-MBG pemenuhan gizi.

Sementara itu, anggaran Dukungan Manajemen sebesar Rp8,45 triliun atau 3,68 persen terdiri atas gaji dan tunjangan sebesar Rp7,19 triliun, operasional dan pemeliharaan kantor sebesar Rp494,48 miliar, serta dukungan manajemen non-operasional sebesar Rp762,86 miliar.

Ilustrasi - Petugas SPPG tengah menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk disalurkan kepada penerima manfaat. ANTARA/HO-BGN/am. Ilustrasi - Petugas SPPG tengah menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk disalurkan kepada penerima manfaat. ANTARA/HO-BGN/am.

Secara keseluruhan, realisasi anggaran BGN sampai dengan 16 September 2026 mencapai 63,83 persen, atau sebesar Rp143,04 triliun dari total pagu Rp229,75 triliun. Dari angka tersebut, realisasi Program Pemenuhan Gizi Nasional mencapai 63,89 persen, sedangkan Program Dukungan Manajemen mencapai 60,71 persen.

Berdasarkan jenis belanja, realisasi Belanja Pegawai mencapai 64,33 persen, Belanja Barang 63,82 persen, dan Belanja Modal 71,03 persen. Sementara berdasarkan fungsi, realisasi Fungsi Ekonomi sebesar 61,28 persen, Fungsi Kesehatan 65,80 persen, dan Fungsi Pendidikan 63,68 persen.

Sementara itu, berdasarkan data penerima manfaat per 31 Agustus 2026, pelaksanaan MBG telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat atau 76,45 persen dari target 74,56 juta penerima manfaat, dengan selisih 17,56 juta penerima manfaat.

BGN menjelaskan bahwa data realisasi anggaran dan penerima manfaat menggunakan tanggal cut-off yang berbeda karena adanya penyelarasan siklus sinkronisasi bulanan data penerima manfaat. Pemisahan tersebut dilakukan untuk menjaga akurasi dan akuntabilitas dalam penyajian data program.

Mas Dar menjelaskan bahwa capaian penerima manfaat tersebut masih bersifat sementara seiring dengan proses pembenahan tata kelola MBG. Dari sisi penerima manfaat, BGN melakukan refocusing agar program semakin tepat sasaran.

Sebanyak 1.653 satuan pendidikan telah dikeluarkan dari daftar penerima MBG, dan layanan akan semakin diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan, termasuk wilayah 3T dan daerah dengan kebutuhan intervensi gizi yang lebih tinggi.

"Refocusing ini kami lakukan agar program semakin tepat sasaran. Jadi, selisih terhadap target penerima manfaat bukan berarti program berhenti. Ini merupakan bagian dari proses pembenahan agar ekspansi MBG berjalan lebih tepat sasaran, aman, akuntabel, dan berkelanjutan. Setelah kesiapan layanan terpenuhi, perluasan penerima manfaat akan terus kami lakukan secara bertahap," kata Sudaryono.

Lebih lanjut, berdasarkan data anggaran melalui mekanisme Bantuan Pemerintah (Banper), pagu awal untuk penyaluran MBG sebesar Rp248,29 triliun.

Setelah dilakukan penajaman belanja sebesar Rp29,51 triliun, pagu tersedia menjadi Rp218,77 triliun. Hingga 16 September 2026, realisasi mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89 persen, dengan sisa anggaran sebesar Rp79 triliun untuk mendukung penyaluran MBG sampai dengan akhir tahun.

x|close