Prajurit Tewas Diduga Dianiaya Senior, DPR Desak Kekerasan di TNI Dihapus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Sep 2026, 14:40
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. (NTVNews.id) Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Sersan Dua (Serda) Ahmad Muzammil Farisa tewas dianiaya seniornya. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta budaya kekerasan di TNI dihilangkan.

"Tradisi buruk berupa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior, komandan, atasan, maupun senior atasan di lingkungan TNI harus segera dihilangkan," ujar Anggota Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin, Kamis, 17 September 2026.

Ia menyampaikan keprihatinan atas peristiwa itu. Hasanuddin menilai, segala bentuk kekerasan yang berkaitan dengan senioritas di lingkungan TNI harus dihentikan. Menurut dia, prajurit TNI dipersiapkan untuk menjalankan tugas pertahanan dan menghadapi berbagai situasi di medan tugas.

"Sebagai prajurit, seseorang dipersiapkan untuk bertempur. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan menjalankan komando dan perintah, melainkan juga kerja sama yang baik antarprajurit," tuturnya.

Baca JugaKasus Senioritas: TNI AU Beberkan Kronologi Tewasnya Serda AMF

Komandan Puspomau Marsekal Muda TNI Daan Sulfi saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (16/9/2026) <b>(Antara)</b> Komandan Puspomau Marsekal Muda TNI Daan Sulfi saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (16/9/2026) (Antara)

Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai di antara prajurit. Menurut dia, suasana yang penuh ketegangan berpotensi memicu tindakan kekerasan yang berujung pada kejadian fatal.

"Di lapangan diperlukan keakraban dan hubungan yang baik satu sama lain, bukan ketegangan yang justru dapat memicu tindakan kekerasan, seperti pemukulan hingga menyebabkan kematian," kata dia.

"Para komandan, baik komandan peleton maupun komandan kompi, harus memperhatikan dan memahami kehidupan prajurit di lapangan. Hubungan antara komandan dan bawahan harus dibangun dengan baik sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan saling menghargai," imbuh Hasanuddin.

Ia meminta proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan untuk mengungkap penyebab serta rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi. Menurut dia, langkah tersebut penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

"Pelaku harus ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar memberikan efek jera kepada yang lain," tandasnya.

 

x|close