Ntvnews.id, Jakarta - Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang akrab disapa Gus Miftah, akhirnya buka suara terkait mencuatnya nama beliau yang disebut dalam persidangan kasus korupsi yang menjerat Bupati Sudewo. Gus Miftah dituduh menerima aliran dana sebesar Rp100 juta dari pihak terpidana.
Menanggapi kabar tersebut, pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji ini mengaku sangat terkejut. Ia pertama kali mengetahui informasi itu melalui unggahan di media sosial TikTok.
"Saya lihat itu di TikTok, bawahnya ada nama Gus Miftah disebut di sidang korupsi Bupati Sudewo. Uh, kaget saya! Opo iki aku? (apa ini saya?)" ujarnya di tayangan YouTube terbaru Gus Miftah, 20 Juli 2026.
Gus Miftah menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal pihak yang memberikan pernyataan di persidangan tersebut. Ia juga mempertanyakan dasar pemberian uang tersebut, mengingat posisinya yang bukan merupakan pejabat negara atau figur publik yang berkaitan dengan birokrasi pemerintahan pada tahun 2022.
"Kejadian tahun 2022. Dengan yang bersangkutan saya tidak kenal. Dan saat itu kalau saya dikasih uang Rp100 juta dalam kapasitas sebagai apa? Saya rakyat biasa, hanya pendakwah," tuturnya.
Meskipun merasa tak mengenal sosok Sudewo dan juga tidak merasa menerima suap yang dimaksud, Gus Miftah menyampaikan permohonan maaf jika dirinya mungkin terlupa akan suatu pertemuan atau kegiatan di masa lalu.
Sebagai bentuk integritas, ia menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan dana tersebut hari ini juga jika memang terbukti pernah diterima dalam konteks apa pun. Gus Miftah merinci beberapa kemungkinan, seperti undangan ceramah, narasumber, atau kunjungan silaturahmi ke pondok pesantrennya yang mungkin diikuti dengan pemberian sedekah atau honorarium tanpa ia sadari sumbernya.
"Tapi ya mohon maaf, bisa jadi saya lupa. Namun toh demikian, kalau seandainya yang bersangkutan pernah ketemu saya, atau pernah ngundang ngaji saya, atau pernah mengundang saya sebagai narasumber, atau mungkin barangkali pernah datang ke pondok, sowan, kemudian memberikan sesuatu kepada saya menurut pengakuannya, seandainya saya lupa dengan itu, maka hari ini 100 juta pun akan langsung saya kembalikan," tegas Gus Miftah.
Pernyataan ini dikeluarkan Gus Miftah sebagai bentuk klarifikasi agar namanya tidak disalahpahami dalam pusaran kasus korupsi yang sedang berjalan. Hingga berita ini diturunkan, Gus Miftah tetap pada posisinya sebagai pihak yang tidak mengetahui asal-usul dana yang dituduhkan tersebut.
Gus Miftah (YouTube)