AS Sebut Iran Buka Akses ke Situs Nuklir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Bern - Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Iran telah memberikan izin kepada Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency untuk melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas nuklirnya.

Dilansir dari AFP, Selasa, 23 Juni 2026, Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa proses inspeksi terhadap cadangan uranium yang telah diperkaya diperkirakan mulai berlangsung pada pekan ini.

"Pihak Iran telah setuju untuk mengundang kembali inspektur IAEA ke negara mereka," kata Vance kepada wartawan setelah perundingan di Burgenstock, Senin, 22 Juni 2026.

Menurut Vance, langkah tersebut menjadi perkembangan penting dalam upaya pengawasan program nuklir Iran.

"Ini tonggak penting bagi rakyat Amerika dan langkah pertama dalam denuklirisasi permanen atau pengakhiran permanen program senjata nuklir di Iran." jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan yang akan dilakukan mencakup sekitar 450 kilogram uranium yang telah diperkaya.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran menggelar perundingan tidak langsung di Burgenstock pada akhir pekan lalu. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara.

Baca Juga: Iran–AS Bahas Aset Beku dan Sanksi Minyak dalam Putaran Awal Perundingan di Swiss

Kesepakatan tersebut memuat sejumlah poin penting, mulai dari penghentian konflik di berbagai wilayah, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi AS terhadap Iran, hingga pembahasan mengenai masa depan program nuklir Teheran.

Selain itu, MoU juga menetapkan bahwa proses negosiasi harus berlangsung dalam waktu 60 hari setelah kesepakatan ditandatangani. Kerangka tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi penyelesaian konflik secara lebih permanen.

Vance menilai jalannya negosiasi sejauh ini menunjukkan perkembangan positif.

"Kami melakukan apa yang ingin kami lakukan," kata dia.

Ia kemudian memaparkan empat sasaran utama yang sedang diupayakan Washington dalam proses perundingan tersebut.

Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. <b>(Anadolu)</b> Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu)

Pertama, Amerika Serikat berupaya membentuk mekanisme untuk menjamin Selat Hormuz tetap terbuka, termasuk koordinasi operasi pembersihan ranjau di kawasan tersebut.

Kedua, para perunding juga tengah menyusun mekanisme serupa berupa unit koordinasi atau de-confliction cell guna mendukung pelaksanaan gencatan senjata regional, termasuk di Lebanon.

Ketiga, Iran memberikan akses kepada IAEA untuk kembali melakukan inspeksi di wilayahnya. Sementara target keempat adalah memastikan proses dialog dan negosiasi antara kedua pihak terus berlanjut.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan antara Washington dan Teheran sekaligus membuka jalan bagi penyelesaian isu nuklir Iran melalui jalur diplomasi.

x|close