PM Italia Semprot Trump

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jun 2026, 05:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada Minggu (15/12/2024)  mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden kelompok Konservatif dan Reformis Eropa (ECR) di Parlemen Eropa. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada Minggu (15/12/2024) mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden kelompok Konservatif dan Reformis Eropa (ECR) di Parlemen Eropa. (ANTARA/Anadolu/py)

Ntvnews.id, Roma - Hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memanas setelah keduanya saling melontarkan pernyataan terkait pertemuan mereka dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis.

Dilamnsir dari AFP, Senin, 22 Juni 2026, perselisihan bermula ketika Trump mengklaim bahwa Meloni berulang kali meminta kesempatan untuk berfoto bersamanya di sela-sela forum G7. Berdasarkan transkrip wawancara telepon yang diperoleh AFP dari stasiun televisi La7, Trump menyebut Meloni "memohon kepada saya untuk berfoto" selama pertemuan tersebut dan dirinya menyetujui permintaan itu karena merasa iba.

Dalam wawancara yang sama, Trump juga menyinggung bahwa Meloni kemungkinan merasa senang bisa berbicara dengannya, seraya mengatakan dirinya tidak memiliki kewajiban untuk melakukan percakapan tersebut. Tayangan La7 yang dipublikasikan secara daring menggunakan versi sulih suara dan bukan rekaman suara asli Trump dalam bahasa Inggris.

Awalnya, koresponden La7 menanyakan pandangan Trump mengenai Ukraina. Namun, Presiden AS itu justru mengalihkan pembahasan ke Meloni dan interaksi mereka saat KTT G7 berlangsung. Pernyataan tersebut kemudian dibantah oleh Meloni yang menegaskan dirinya maupun rakyat Italia tidak pernah meminta-minta foto kepada siapa pun.

Ketegangan semakin meningkat setelah Trump kembali mengunggah pernyataan di media sosial yang menyinggung pemimpin Italia tersebut.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Sebut Trump Putus Asa Kejar Kesepakatan Damai dengan Iran

"Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berulang kali meminta untuk berfoto bersama saya selama pertemuan G-7 di Prancis. Popularitasnya di Italia menurun, mungkin karena ia menolak Amerika Serikat, negara yang benar-benar mencintai dan melindungi Italia, ketika menyangkut upaya mencegah Iran memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir (tetapi NATO juga melakukan hal yang sama)," tulis Trump di media sosial.

Meloni pun merespons keras pernyataan tersebut. Ia menilai serangan verbal yang terus dilontarkan Trump tidak memiliki dasar yang jelas.

"Presiden Trump, serangan-serangan yang terus-menerus dan tanpa provokasi ini tidak masuk akal," kata Meloni dalam salah satu unggahannya di Instagram, Sabtu, 20 Juni 2026.

Menurut Meloni, tingkat dukungan publik yang ia peroleh tidak ditentukan oleh kedekatannya dengan Trump, melainkan oleh kemampuannya memperjuangkan kepentingan nasional Italia.

"Popularitas saya bergantung pada kemampuan saya untuk membela kepentingan nasional Italia, dan itulah yang selalu saya lakukan," ujarnya.

"Itu jugalah yang saya lakukan terkait pangkalan militer Amerika di Italia," lanjutnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat (25/42026). ANTARA/Anadolu/Celal G&uuml;ne?. <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat (25/42026). ANTARA/Anadolu/Celal Güne?. (Antara)

Meloni kemudian menegaskan bahwa urusan popularitas politiknya bukanlah hal yang perlu dicampuri oleh Presiden AS.

"Italia tetap merupakan negara yang berdaulat. Bagaimanapun juga, popularitas saya bukan urusan Anda. Saya sarankan Anda fokus pada popularitas Anda sendiri," tegasnya.

Perseteruan tersebut turut berdampak pada hubungan diplomatik kedua negara. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani dilaporkan membatalkan kunjungannya ke Amerika Serikat yang sedianya dilakukan untuk menghadiri forum bisnis Italia-AS di Miami serta bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Tajani menyebut komentar Trump sebagai pernyataan yang serius dan menyinggung bukan hanya Meloni, tetapi juga seluruh rakyat Italia.

Dukungan terhadap Meloni juga datang dari Presiden Italia Sergio Mattarella serta Menteri Transportasi Italia Matteo Salvini.

"Siapa pun yang menyerang @GiorgiaMeloni menyerang kita semua," tulis Menteri Transportasi Matteo Salvini.

Baca Juga: Trump dan Presiden Iran Resmi Teken Perjanjian Damai, Babak Baru Hubungan AS-Iran Dimulai

Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto turut membela Meloni dengan menyatakan dirinya tidak percaya sang perdana menteri akan meminta foto kepada siapa pun, bahkan dalam situasi tertekan sekalipun.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Italia Carlo Nordio mengaitkan polemik tersebut dengan sejarah panjang hubungan Italia dan Amerika Serikat. Ia menyinggung pengorbanan tentara AS pada masa Perang Dunia II dan menilai komentar Trump berpotensi merusak ikatan persahabatan kedua negara.

"Ribuan salib yang menandai makam tentara Amerika yang gugur untuk membebaskan kita dari kediktatoran Nazi-Fasis tidak pantas menerima pukulan menyakitkan seperti itu terhadap ikatan persaudaraan kita," kata Nordio di X.

TERKINI

PM Italia Semprot Trump

Luar Negeri Senin, 22 Jun 2026 | 05:45 WIB

PM Inggris Keir Starmer Dikabarkan Bakal Mundur Hari Ini

Luar Negeri Senin, 22 Jun 2026 | 05:30 WIB

Rusia Hancurkan Gudang Drone Ukraina

Luar Negeri Senin, 22 Jun 2026 | 05:30 WIB

Mobil Masuk Jurang, 1 Orang Tewas Mengenaskan

Viral Senin, 22 Jun 2026 | 04:41 WIB

Datang untuk Nonton Piala Dunia 2026, Dua Turis Dirampok

Luar Negeri Senin, 22 Jun 2026 | 04:10 WIB
Load More
x|close