Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri masa jabatannya dan dapat mengumumkan rencana transisi kepemimpinan paling cepat pada Senin mendatang. Kabar tersebut langsung memicu spekulasi mengenai masa depan pemerintahan Inggris dan arah politik Partai Buruh yang saat ini berkuasa.
Laporan yang pertama kali dimuat media Inggris The Observer menyebutkan Starmer menghadapi tekanan politik yang semakin besar dalam beberapa waktu terakhir. Setelah melakukan serangkaian pembicaraan dengan anggota kabinet, penasihat politik, penyandang dana partai, hingga perwakilan serikat pekerja, ia disebut sedang mengevaluasi keberlanjutan kepemimpinannya di pemerintahan maupun di Partai Buruh.
Sumber-sumber yang mengetahui perkembangan tersebut mengatakan Starmer saat ini masih membahas berbagai opsi bersama keluarganya di Chequers, kediaman resmi perdana menteri di luar London. Diskusi itu diyakini menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan sebelum ia menentukan langkah politik berikutnya.
Mengutip Channel News Asia, sejumlah figur senior Partai Buruh memperkirakan pernyataan resmi terkait masa depan politik Starmer dapat disampaikan dalam beberapa hari ke depan, bahkan paling cepat pada Senin.
Spekulasi mengenai pengunduran diri ini mencuat hanya sehari setelah Starmer secara terbuka menegaskan dirinya tidak berencana meninggalkan jabatannya meski menghadapi tantangan terhadap kepemimpinannya di internal partai.
Baca Juga: Harga Emas Antam Akhir Pekan Stabil di Rp2,66 juta per Gram
“Jika ada kontestasi, maka ya saya akan maju. Saya sudah berulang kali mengatakan bahwa saya tidak akan meninggalkan tanggung jawab ini,” kata Starmer kepada wartawan di London pada Jumat lalu.
Tekanan terhadap posisi Starmer semakin menjadi sorotan setelah rival politiknya, Andy Burnham, meraih kemenangan penting dalam pemilihan sela di wilayah barat laut Inggris. Hasil tersebut dinilai memperkuat pengaruh Burnham di tingkat nasional sekaligus meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan perubahan kepemimpinan di Partai Buruh.
Apabila Starmer benar-benar memutuskan untuk mundur, Partai Buruh berpotensi segera memasuki proses pemilihan pemimpin baru. Situasi tersebut juga dapat membuka persaingan baru untuk menentukan siapa yang akan memimpin pemerintahan Inggris selanjutnya.
Starmer sendiri mulai menduduki kursi perdana menteri setelah Partai Buruh memenangkan pemilihan umum dan mengakhiri dominasi Partai Konservatif yang telah memerintah selama lebih dari sepuluh tahun. Karena itu, setiap keputusan terkait masa depannya diperkirakan akan berdampak besar terhadap stabilitas politik Inggris dalam waktu dekat.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari kantor Perdana Menteri Inggris terkait laporan pengunduran diri tersebut. Namun, perhatian publik dan pelaku politik kini tertuju pada kemungkinan pengumuman yang dapat menjadi salah satu perkembangan politik paling penting di Inggris tahun ini.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara pada konferensi pers di London, Inggris, 1 April 2026. Starmer mengatakan bahwa Inggris akan menjadi tuan rumah KTT internasional pekan ini tentang pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. ANTARA/Ha (Antara)