Iran–AS Bahas Aset Beku dan Sanksi Minyak dalam Putaran Awal Perundingan di Swiss

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jun 2026, 06:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Iran dan Amerika Serikat (AS) telah memulai putaran pertama perundingan di Burgenstock, Swiss Iran dan Amerika Serikat (AS) telah memulai putaran pertama perundingan di Burgenstock, Swiss (Istimewa)

Ntvnews.id, Bern - Iran dan Amerika Serikat (AS) telah memulai putaran pertama perundingan di Burgenstock, Swiss. Dalam pembicaraan tersebut, pihak Iran menyampaikan bahwa agenda utama mencakup pembahasan aset yang dibekukan serta proposal terkait pencabutan sanksi di sektor minyak.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 22 Juni 2026 pertemuan teknis hari pertama itu juga melibatkan Qatar dan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam proses negosiasi.

"Dalam negosiasi hari ini, kami membahas masalah aset kami yang dibekukan dan pengaturan untuk pembebasannya," kata anggota tim Iran yang bernegosiasi dengan AS, Hussein Gurbanzadeh, kepada televisi pemerintah.

Ia menambahkan bahwa diskusi juga difokuskan pada upaya pencabutan sanksi yang berkaitan dengan sektor energi Iran.

"Di Swiss, kami membahas pengecualian sementara dari sanksi terhadap minyak dan turunannya, dan draf akhir proposal mengenai masalah ini telah selesai," katanya.

Baca Juga: Rusia Cabut Imbauan Perjalanan ke Negara-negara Teluk Setelah Tercapainya Kesepakatan AS-Iran

Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani memberikan apresiasi terhadap Nota Kesepahaman (MoU) yang baru ditandatangani sebagai langkah penting bagi stabilitas kawasan. Ia menyebut kesepakatan itu diharapkan menjadi titik awal menuju kondisi regional yang lebih stabil.

"Periode terakhir merupakan salah satu periode tersulit yang pernah disaksikan kawasan kita, dengan rakyatnya menanggung beban berat akibat ketidakpastian dan eskalasi," katanya.

"Kami berharap bahwa perjanjian yang kita saksikan hari ini akan membantu menciptakan lingkungan yang memungkinkan negara-negara untuk mengarahkan energi mereka menuju pembangunan, kerja sama, dan memberikan peluang bagi rakyat mereka," tambahnya.

Sheikh Mohammed juga menegaskan bahwa proses teknis dalam perundingan akan menjadi kunci untuk memastikan komitmen yang telah disepakati dapat diimplementasikan secara nyata.

"Pekerjaan tidak berakhir dengan penandatanganan MoU," ujarnya.

x|close