Ntvnews.id, Washington D.C - Militer Amerika Serikat mengumumkan pasukannya telah menembaki dan melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran yang tengah berlayar menuju pelabuhan Iran di Teluk Oman. Insiden itu disebut terjadi setelah kapal mengabaikan peringatan terkait pelanggaran blokade laut yang diberlakukan AS.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan sebuah jet tempur Angkatan Laut AS melepaskan tembakan dari meriam 20mm untuk menghentikan kapal tanker M/T Hasna pada Rabu, 6 Mei 2026 pagi waktu setempat.
"Setelah awak kapal gagal mematuhi peringatan berulang kali, pasukan AS melumpuhkan kemudi kapal tanker dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam 20mm dari pesawat tempur F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS yang diluncurkan dari USS Abraham Lincoln (CVN 72). Hasna tidak lagi transit ke Iran," kata CENTCOM, dilansir dari Al Arabiya, Jumat, 8 Mei 2026.
CENTCOM menegaskan bahwa blokade terhadap kapal-kapal yang keluar maupun masuk ke pelabuhan Iran masih terus diberlakukan secara penuh.
"Blokade AS terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran tetap berlaku sepenuhnya," imbuhnya.
Baca Juga: Iran Nilai Resolusi Selat Hormuz Berpotensi Legitimasi Tindakan Tak Sah
Militer AS juga mengeklaim operasi dilakukan secara hati-hati dan profesional guna memastikan kepatuhan terhadap kebijakan blokade tersebut.
CENTCOM mengatakan pasukannya terus bertindak "dengan cermat dan profesional untuk memastikan kepatuhan."
Sebelumnya pada hari yang sama, CENTCOM mengungkapkan bahwa kebijakan blokade laut tersebut telah membuat lebih dari 50 kapal komersial memutar balik pelayaran dan kembali ke pelabuhan asalnya.
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dan Bendera Iran. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) (Antara)