Badan Geologi Naikkan Status Gunung Tambora Jadi Waspada

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 08:20
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip Foto - Para pendaki menikmati matahari terbit di puncak Gunung Tambora di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). (ANTARA/Ady Ardiansah) Arsip Foto - Para pendaki menikmati matahari terbit di puncak Gunung Tambora di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). (ANTARA/Ady Ardiansah) (Antara)

Ntvnews.id, Dompu, NTBBadan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status aktivitas Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) sejak Selasa pukul 10.00 WITA.

Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Nusa Tenggara, Zakarias Dedu Ghele Raja, mengatakan peningkatan status tersebut didasarkan pada hasil evaluasi data visual dan instrumental yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik.

Menurutnya, peningkatan aktivitas tersebut terutama ditunjukkan oleh bertambahnya jumlah gempa yang berkaitan dengan pergerakan magma dari kedalaman menuju kantong magma di bawah tubuh Gunung Tambora.

Baca Juga: Badan Geologi Naikkan Status Gunung Talang ke Level Waspada

Data pemantauan menunjukkan bahwa pada Januari 2026 tercatat 267 kejadian gempa vulkanik dalam di Gunung Tambora.

Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 453 kejadian pada Februari 2026.

Peningkatan gempa vulkanik dalam ini mengindikasikan adanya peningkatan tekanan fluida magmatik serta suplai magma dari kedalaman menuju sistem magma yang lebih dangkal di bawah gunung tersebut.

Aktivitas seismik Gunung Tambora juga masih cukup intensif selama periode 1 hingga 9 Maret 2026.

Dalam kurun waktu tersebut tercatat sembilan gempa guguran, 88 gempa vulkanik dalam, 40 gempa tektonik lokal, serta 24 gempa tektonik jauh.

Dominasi gempa vulkanik dalam menunjukkan bahwa dinamika magmatik di bawah tubuh gunung masih berlangsung dan berpotensi memicu peningkatan aktivitas pada periode berikutnya.

Seiring kenaikan status tersebut, masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Tambora.

Baca Juga: Viral Gunung Api Aktif Terkecil di Dunia Muncul di Surabaya, Semburkan Lumpur Tanpa Henti

Warga juga diminta tidak turun ke dasar kaldera, mendekati kerucut parasit Doro Afi Toi maupun Doro Afi Bou, serta tidak mendekati lubang-lubang tembusan gas di dasar kaldera.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk mewaspadai potensi guguran atau longsoran batuan di tebing dan dinding kaldera yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat ketidakstabilan lereng.

Pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar Gunung Tambora diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas gunung melalui Pos Pengamatan Gunung Api Tambora di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

(Sumber: Antara)

x|close