Badan Geologi Naikkan Status Gunung Talang ke Level Waspada

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Des 2025, 19:50
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar Gunung Talang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Antara/HO-Humas PGA Gunung Talang Tangkapan layar Gunung Talang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Antara/HO-Humas PGA Gunung Talang (Antara)

Ntvnews.id, Kota Padang - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Talang di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada), Rabu, 10 Desember 2025.

"Berdasarkan pengamatan visual dan aktivitas kegempaan sampai 10 Desember 2025, maka tingkat aktivitas Gunung Talang dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria melalui keterangan tertulis yang diterima di Padang.

Dengan kenaikan status tersebut, Badan Geologi mengeluarkan dua rekomendasi. Pertama, melarang masyarakat di sekitar Gunung Talang, termasuk pengunjung atau wisatawan, mendekati dan bermalam di kawasan kawah gunung dalam radius dua kilometer. Kedua, masyarakat dan wisatawan diminta mewaspadai potensi longsor di kawasan Kawah Selatan Gunung Talang. Badan Geologi menegaskan akan terus memantau aktivitas gunung dan menginformasikan setiap perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Sepekan di Jawa Barat

Ia menambahkan, pada 10 Desember 2025 pukul 02.48 WIB, terjadi gempa bumi tektonik magnitudo 4,7 pada kedalaman 10 kilometer dengan jarak 18 kilometer dari Kota Solok. Pascakejadian gempa tersebut hingga pukul 09.00 WIB, tercatat sebanyak 227 kejadian gempa vulkanik tektonik.

Selama 2025, Badan Geologi mencatat munculnya fenomena swarm sebanyak empat kali, yakni pada 8 April, 25 Juli, 23 September, dan 9 Oktober. Lana Saria menjelaskan, sebaran episenter swarm gempa vulkanik tektonik pada 23 September lebih menumpuk di sekitar kawah dibandingkan dengan 8 April dan 25 Juli. Kedalaman swarm pada periode 23 September juga lebih dangkal daripada periode sebelumnya.

Pemunculan gempa ini menunjukkan adanya migrasi atau perpindahan magma dari kantong magma ke arah permukaan. Sedangkan fenomena swarm vulkanik tektonik merupakan indikator ketidakstabilan kondisi vulkanik yang terkadang diikuti erupsi.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Simeulue Aceh, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

(Sumber: Antara)

TERKINI

3 Syarat dari Iran Jika Ingin Perang Berakhir, Apa Itu?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Rekam Rudal Iran di Langit Dubai, Turis Terancam Hukuman Penjara

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Jepang Mulai Lepas Cadangan Minyak

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:50 WIB

Trump Klaim Lagi Perang AS-Israel Melawan Iran Segera Berakhir

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:45 WIB

Penembakan Terjadi di Kampus AS, 2 Orang Terluka dan Pelaku Tewas

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:25 WIB

Antrean Panjang di Sejumlah Bandara AS, Ada Apa?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:15 WIB

Pasukan Quds Iran Bersumpah Terus Lawan AS-Israel

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:10 WIB

Trump Persilakan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026, Namun...

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 05:45 WIB
Load More
x|close