Trump Nilai Iran “Bodoh” Jika Menolak Kesepakatan Nuklir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Feb 2026, 11:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi konflik Iran vs Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)) Ilustrasi konflik Iran vs Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington. Ia menilai Teheran akan bersikap tidak bijak jika menolak perjanjian tersebut.

"Seperti yang Anda ketahui, kita memiliki armada besar saat ini yang menuju ke Iran. Kita akan lihat apa yang terjadi. Saya pikir mereka ingin membuat kesepakatan. Saya pikir mereka akan bodoh jika tidak melakukannya," kata Trump kepada Larry Kudlow dari Fox Business dalam sebuah wawancara sebagaimana dilansir CNN Interantional, Rabu, 11 Februari 2026.

Trump juga mengklaim bahwa pemerintahannya sebelumnya telah melemahkan kemampuan nuklir Iran dan kembali mengeluarkan ancaman jika Teheran tidak bersedia menyepakati perjanjian baru dengan AS.

"Kita telah melumpuhkan kekuatan nuklir mereka terakhir kali, dan kita harus melihat apakah kita akan melumpuhkan lebih banyak lagi kali ini," imbuh Trump.

Baca Juga: Trump akan Tambah Kapal Induk jika Kesepakatan dengan Iran Gagal

Lebih lanjut, Trump kembali menekankan bahwa Iran memang menginginkan kesepakatan, namun ia menegaskan perjanjian itu harus memenuhi standar yang dianggap baik oleh AS.

"Tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ada ini, tidak ada itu, semua hal berbeda yang Anda inginkan," lanjut Trump.

Pekan lalu, Trump juga menyebut bahwa AS telah melakukan "pembicaraan yang sangat baik" dengan Iran setelah delegasi kedua negara mengikuti diskusi tidak langsung di Oman pada Jumat sebelumnya.

Selain itu, Trump dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Seorang sumber dari Israel mengatakan kepada CNN bahwa Netanyahu berencana menyampaikan informasi intelijen terbaru terkait kemampuan militer Iran kepada Trump.

x|close