Pesawat Pengintai AS Terdeteksi Patroli Dekat Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Feb 2026, 10:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Drone pengintai canggih yang dirancang menyerupai burung asl Drone pengintai canggih yang dirancang menyerupai burung asl (Instagram)

Ntvnews.id, Teheran - Pesawat pengintai maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) terpantau beroperasi di dekat wilayah Iran dan terbang bolak-balik sepanjang pekan ini.

Aktivitas tersebut terjadi bersamaan dengan pengerahan besar-besaran aset militer AS ke kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Iran.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan pada akhir Januari bahwa "armada besar" serta kapal-kapal "sangat besar, sangat kuat" sedang berlayar menuju Iran. Ia juga berharap Washington tidak perlu menggunakan kekuatan militer tersebut, di tengah pertimbangan serangan terhadap Teheran.

Dilansir dari NDTV, Rabu, 11 Februari 2026, AS diketahui mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln bersama tiga kapal penghancur rudal, yakni USS Frank E Petersen Jr, USS Michael Murphy, dan USS Spruance, ke Laut Arab pada akhir Januari saat ketegangan meningkat dengan Iran. Dua kapal perang terdeteksi beroperasi di dekat Selat Hormuz, sementara satu kapal lainnya berada di Laut Merah.

Baca Juga: Trump akan Tambah Kapal Induk jika Kesepakatan dengan Iran Gagal

Di tengah ancaman konflik, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengakui pada Minggu (8/2) bahwa AS tengah membangun kekuatan armada militernya di kawasan. Namun ia menegaskan, "Pengerahan militer mereka di kawasan itu tidak membuat kami takut."

Berdasarkan data open source intelligence (OSINT) Flightradar23 yang dikutip NDTV dan airforce-technology.com, Selasa, 10 Februari 2026, sebuah pesawat P-8A Poseidon milik Angkatan Laut AS terbang berulang kali dengan rute yang sama, melakukan patroli di wilayah perairan antara Bahrain dan Uni Emirat Arab yang berada di selatan daratan Iran.

Meski sebagian besar platform militer AS berada di daratan, data OSINT tersebut dinilai menunjukkan upaya Washington untuk memantau aktivitas di Teluk Persia, yang juga terletak di selatan Iran.

Selain P-8A Poseidon, sebuah pesawat pengisi bahan bakar udara KC-135 Stratotanker juga terdeteksi terbang singkat di dekat wilayah Iran, dengan pergerakan yang dinilai tidak biasa.

Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py <b>(Antara)</b> Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Patroli pesawat pengintai maritim seperti P-8A Poseidon biasanya menandakan persiapan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), yang kerap dilakukan sebelum pelaksanaan operasi militer. Pesawat ini merupakan platform patroli maritim multi-misi yang mampu menjalankan peperangan antikapal selam jarak jauh, peperangan antipermukaan, serta ISR.

Sementara itu, terdeteksinya pesawat pengintai tersebut hampir bersamaan dengan dirilisnya pedoman baru AS untuk kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis bagi distribusi minyak Timur Tengah.

Baca Juga: Pemerintah Jamin Layanan Kesehatan Peserta PBI BPJS Tetap Berjalan di Tengah Pemutakhiran Data

Dalam pedoman terbaru, Otoritas Maritim Departemen Transportasi AS menyarankan kapal berbendera AS untuk menjaga jarak sejauh mungkin dari perairan teritorial Iran serta menolak secara verbal jika pasukan Iran meminta izin naik ke kapal.

"Disarankan agar kapal-kapal komersial berbendera AS yang melintasi perairan ini tetap sejauh mungkin dari perairan teritorial Iran, tanpa membahayakan keselamatan navigasi," demikian bunyi pedoman terbaru AS tersebut.

x|close