Profil Letkol Inf Paulus Pandjaitan, Kini Jabat Danbrigif 18/Trisula/2 Kostrad

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jan 2026, 15:26
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Paulus Pandjaitan Paulus Pandjaitan (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Letnan Kolonel (Letkol) Inf Paulus Pandjaitan, S.H., MPICT resmi dipercaya mengemban jabatan sebagai Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 18/Trisula/2 Kostrad. Penugasan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier militernya sebagai perwira menengah TNI Angkatan Darat.

Brigade Infanteri 18/Trisula merupakan satuan tempur di bawah Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), tepatnya dalam struktur Divisi Infanteri 2 Kostrad. Paulus Pandjaitan menggantikan Kolonel Inf Risa W. P. Setyawan, B.S., M.Han.

Serah terima jabatan dilaksanakan pada Kamis (22/1/2026) dan dipimpin langsung oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayor Jenderal TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., sebagaimana dikutip dari laman Instagram @divif2_kostrad. Dalam sambutannya, Panglima Divif 2 Kostrad menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama dan harapan kepada pejabat baru.

Baca Juga: Tiket ke Babak 8 Besar Liga Nusantara Tinggal 1 Slot

"Jadilah pemimpin yang mampu menjadi teladan dan mengayomi anggota dan siap mengemban setiap tugas negara denngan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Profil Letkol Paulus

Letkol Inf Paulus Pandjaitan merupakan putra dari Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan. Ia lahir pada 21 Mei 1980 dan menempuh pendidikan di Sekolah Pelita Harapan pada 1998. Pendidikan tinggi dijalaninya di Universitas Pelita Harapan (UPH), kemudian dilanjutkan ke Macquarie University, Sydney, Australia.

Dalam pengembangan karier militernya, Paulus mengikuti berbagai pendidikan strategis, termasuk Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat (Seskoad) di United States Army Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat pada 2019, mengutip laman Facebook pribadinya.

Baca Juga: Kapolri: Tempatkan Polri di Bawah Kementerian Sama Saja Lemahkan Presiden!

Sebelum menjabat Danbrigif 18/Trisula/2 Kostrad, ia pernah bertugas sebagai Asisten Penasihat Militer Republik Indonesia di Amerika Serikat. Sepanjang pengabdiannya, Paulus dikenal sebagai perwira berlatar belakang Kopassus dengan pengalaman panjang di bidang intelijen dan operasi khusus.

Pendidikan dan Karier Militer

Karier militernya diawali melalui Sekolah Perwira Prajurit Karier TNI pada 2004. Sejumlah pendidikan lanjutan kemudian ditempuh, antara lain Sus PARA, Dik Sarcab Infanteri, Dik Komando, Sus Combat Intel, Sussarpa Intelpur, hingga Combat Officers Advance Course di The School of Armour (Diklapa II). Ia juga mengikuti Suspa Intelstrat dan Suspa Asathan.

Dalam penugasan, Paulus mengawali karier sebagai Perwira Pertama di Pussenif Kodiklat TNI AD dan Kopassus. Saat berpangkat Letnan hingga Kapten Infanteri, ia menempati berbagai jabatan taktis di Grup 2 dan Grup 3 Kopassus, mulai dari Komandan Peleton, Perwira Intelijen, hingga Komandan Detasemen.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Jakarta, Pramono ke Kadis SDA: Selama 1 Bulan Ini Pasti Saya Telepon Ibu Lebih Sering

Pada jenjang Mayor Infanteri, ia menjabat Wakil Komandan Yon 33/Wira Sandhi Yudha Cakti Grup 3 Kopassus serta Pabandya Lidgal Sintel Kopassus. Saat berpangkat Letnan Kolonel, Paulus dipercaya sebagai Komandan Yon 32/Apta Sandhi Prayudha Utama Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus sebelum ditugaskan ke Amerika Serikat sebagai Aspenmil RI.

Penugasan Operasi dan Penghargaan

Pengalaman operasi Paulus mencakup Satgas Garuda UNIFIL XXIII-B (2007), Satgasban Papua (2013), Satgas Nemangkawi 4 (2020), dan Satgas Walet V (2021). Atas pengabdiannya, ia menerima berbagai tanda kehormatan, di antaranya Satyalancana Kesetiaan 8 dan 16 Tahun, Satyalancana Ksatria Yudha, Satyalancana Veteran Perdamaian, serta Medali UNIFIL dan Medali Angkatan Bersenjata Lebanon.

x|close