Pramono Klarifikasi Program “Mudik ke Jakarta”: Bukan Ajak Warga Datang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 15:25
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan klarifikasi terkait program “Mudik ke Jakarta”. Ia menyampaikan bahwa program tersebut bukan berarti mengajak masyarakat dari daerah untuk pulang kampung ke ibu kota.

Menurutnya, program ini justru bertujuan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati suasana Jakarta yang lebih lengang saat banyak warga mudik ke daerah pada momen Idulfitri.

"Ingin meluruskan beberapa pemberitaan mengenai mudik ke Jakarta. Itu bukan artinya mengharapkan masyarakat di kampung-kampung datang ke Jakarta untuk mudik. Jakarta hanya memberikan ruang bagi siapa pun yang ingin menikmati suasana kota ketika Jakarta sedang lebih lengang,” kata Pramono di Kepulauan Seribu, Jumat, 13 Maret 2026.

Sebelumnya, Pramono Anung memperkenalkan program “Mudik ke Jakarta” sebagai kampanye wisata dan belanja di ibu kota selama periode Lebaran. Berbagai kegiatan menarik disiapkan untuk meramaikan program tersebut.

Salah satunya adalah Hijab Fashion Show yang digelar pada 12 Maret kemarin di Pasar Tanah Abang. Selain itu, pada 19 Maret juga akan diselenggarakan Festival Bedug pada malam hari yang dilanjutkan dengan pawai obor untuk menyemarakkan suasana Ramadan.

“Untuk program ‘mudik ke Jakarta’, kami juga menyelenggarakan beberapa kegiatan. Pada 12 Maret ada Hijab Fashion Show di Tanah Abang, kemudian pada 19 Maret akan ada Bedug Festival malam hari serta pawai obor,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026

Selain festival dan pertunjukan mode, Pemprov DKI juga menghadirkan konsep Car Free Night yang memungkinkan masyarakat menikmati suasana malam Jakarta tanpa kendaraan pribadi.

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Kegiatan ini akan dimulai pukul 22.00 WIB di sejumlah kawasan tertentu. Kendaraan pribadi tidak diperbolehkan melintas di area tersebut agar masyarakat bisa berjalan kaki dan menikmati berbagai hiburan malam.

Meski demikian, layanan transportasi publik seperti TransJakarta tetap beroperasi agar masyarakat tetap mudah beraktivitas dan menghadiri berbagai acara yang digelar.

Program ini direncanakan berlangsung hingga menjelang malam takbiran, sehingga masyarakat dapat merasakan pengalaman liburan yang berbeda di ibu kota.

Pramono juga mengungkapkan bahwa program mudik gratis yang difasilitasi Pemprov DKI Jakarta akan dimulai pada 17 Maret 2026 di kawasan Monumen Nasional.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini meningkat signifikan. Awalnya, jumlah pemudik diperkirakan sekitar 26.000 orang, namun setelah proses verifikasi jumlahnya meningkat menjadi 30.774 orang. Untuk mengakomodasi lonjakan peserta, jumlah armada bus yang disiapkan juga ditambah menjadi 709 unit.

"Jadi sekarang 709 bus yang dipersiapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Itulah yang tadi diputuskan dalam rapat, kalau ada pertanyaan kami persilakan," terang Pramono.

Program “Mudik ke Jakarta” mengusung tagline “Jakarta Lengang, Liburan dan Belanja Senang, Cuan Datang.” Kampanye ini bertujuan memanfaatkan momentum ketika banyak warga ibu kota pulang kampung sehingga Jakarta menjadi lebih sepi dan nyaman untuk dikunjungi.

Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta juga turut mendukung program ini dengan menghadirkan promo besar-besaran. Diskon hingga 80 persen ditawarkan selama periode Ramadan hingga Lebaran, tepatnya dari 4 hingga 31 Maret 2026 melalui berbagai program seperti Ramadan Sale dan promo belanja lainnya.

"Mudik ke Jakarta ini adalah program yang baru pertama kali dan mudah-mudahan masyarakat bisa menikmati program ini," ungkap Pramono Anung.

x|close