Kementrans Matangkan Program Beasiswa Patriot Jelang Pemberangkatan di Pertengahan 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 11:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. ANTARA/ HO-Kementerian Transmigrasi. Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. ANTARA/ HO-Kementerian Transmigrasi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terus mematangkan rencana pemberangkatan peserta perdana Program Beasiswa Patriot serta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Jilid II yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2026.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa Program Beasiswa Patriot dirancang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul secara akademik, tangguh secara mental, fisik, dan sosial, serta siap terjun langsung mengabdi di lapangan.

“(Para peserta harus) memiliki minat dan komitmen untuk berkontribusi dalam penciptaan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi,” kata M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.

Ia mengatakan implementasi program tersebut juga diharapkan dapat mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui penguatan kapasitas akademik, karakter, dan kepemimpinan generasi muda.

Baca Juga: Kementrans Gandeng Jepang Siapkan Beasiswa S2 Untuk Mahasiswa Program Transmigrasi Patriot

Ia menuturkan para peserta Beasiswa Patriot nantinya menjalani masa pendidikan mereka sekaligus melaksanakan pengabdian masyarakat di kawasan transmigrasi.

Sejumlah area transmigrasi prioritas, seperti Barelang di Kepulauan Riau, Kalukku di Sulawesi Barat, dan Salor di Papua Selatan, dipersiapkan untuk menjadi daerah penugasan bagi para peserta pada tahap awal program tersebut.

Saat ini, Kementerian Transmigrasi tengah membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan, mulai dari skema seleksi peserta, sebaran perguruan tinggi mitra, penentuan tematik besar riset dan tesis, hingga pola penugasan mahasiswa di kawasan transmigrasi. Pembahasan tersebut dilakukan untuk memastikan Program Beasiswa Patriot dapat berjalan secara matang, terukur, dan akuntabel.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp12 Triliun untuk Beasiswa Kursus Bahasa Calon Pekerja Luar Negeri

Pihaknya optimistis Program Beasiswa Patriot mampu menjadi salah satu program unggulan dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi berbasis penguatan kualitas SDM.

“Program ini diarahkan untuk mendukung penciptaan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto),” ujar Iftitah.

Program Beasiswa Patriot direncanakan diberikan kepada 1.000 mahasiswa jenjang magister (S2), khususnya yang menempuh studi di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM).

(Sumber: Antara) 

x|close