Jokowi, Ma'ruf Amin hingga JK Tiba di Istana Negara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 19:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Joko Widodo Joko Widodo (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026 malam untuk mengikuti pertemuan yang digelar Presiden Prabowo Subianto bersama para mantan presiden dan wakil presiden.

Selain itu, Presiden juga mengundang para ketua umum partai politik yang memiliki kursi di parlemen serta sejumlah mantan menteri luar negeri untuk hadir dalam forum tersebut.

Beberapa menteri yang terpantau hadir antara lain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Pangan yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, serta Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik

Hadir pula Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Dari unsur partai politik, tampak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab.

Para menteri dan ketua umum partai memasuki area Istana melalui gerbang utama, sedangkan para mantan presiden dan wakil presiden menggunakan pintu Bali.

Maruf Amin <b>(NTV)</b> Maruf Amin (NTV)

Terlihat hadir Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin, Hingga Mantan Presiden Joko Widodo.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk berdiskusi dan bertukar pandangan dengan para tokoh bangsa tersebut.

"Presiden ingin bertukar pandang dengan tokoh tersebut," katanya.

Teddy menambahkan bahwa berbagai isu strategis akan menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan itu, termasuk perkembangan situasi geopolitik yang tengah terjadi.

"Semuanya dibahas, nanti karena belum mulai," katanya.

x|close