Ntvnews.id, China - Jaringan teh susu asal China, Chagee, mengambil tindakan tegas dengan menangguhkan operasional salah satu gerainya di Provinsi Fujian serta memecat seorang karyawan, setelah video yang memperlihatkan praktik peracikan minuman tidak higienis viral di media sosial.
Melansir CNA pada Rabu, 7 Januari 2026, Chagee menjelaskan bahwa video tersebut menampilkan seorang pegawai yang menyiapkan minuman tanpa sarung tangan, mengaduk bahan menggunakan tangan kosong, hingga menuangkan teh melewati tangannya langsung ke dalam gelas.
Dalam rekaman yang beredar luas, pegawai perempuan tersebut tampak mengenakan masker dan seragam Chagee. Ia juga terlihat mengambil kembali bahan minuman yang jatuh ke meja, lalu memasukkannya kembali ke dalam minuman sebelum diaduk ulang. Chagee memastikan bahwa insiden itu terjadi di gerai Longwen Baolong Plaza, Zhangzhou, Provinsi Fujian, China.
Baca Juga: GAC Jadi Produsen Otomotif Pertama di Tiongkok Raih Sertifikasi Keamanan Data Kendaraan
Berdasarkan hasil investigasi internal dan penelusuran rekaman kamera pengawas, perusahaan menyatakan bahwa pegawai tersebut sengaja merekam video untuk mencari perhatian dan trafik daring, dengan dalih mencoba membuat “milk tea gaya India”.
Perusahaan juga mengungkapkan bahwa minuman tersebut dibuat menggunakan bahan sisa menjelang waktu tutup toko. Rekaman CCTV menunjukkan bahwa minuman itu langsung dibuang setelah proses perekaman dan tidak pernah dijual kepada konsumen.
View this post on Instagram
Meski demikian, Chagee menegaskan bahwa gerai tersebut telah menjalani pembersihan dan disinfeksi menyeluruh setelah kejadian.
Chagee menekankan bahwa seluruh proses produksi teh di jaringan mereka mengandalkan peralatan otomatis, dan menyebut tindakan pegawai tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap standar keamanan pangan perusahaan.
Baca Juga: Balita di Rawa Bunga Terjatuh dari Lantai 2 Saat Ibu Menjemput Kakaknya
Dalam pernyataannya, Chagee mengaku “terkejut dan marah” atas insiden tersebut. Perusahaan menilai perilaku tersebut “sepenuhnya menyimpang” dari komitmen mereka terhadap keamanan pangan dan praktik bisnis yang jujur, serta menegaskan tidak akan mentoleransi pelecehan terhadap standar keselamatan makanan.
Akibat insiden ini, gerai Longwen Baolong Plaza ditutup tanpa batas waktu dan hanya akan diizinkan beroperasi kembali setelah lulus inspeksi ketat.
Sementara itu, pegawai yang terlibat langsung dipecat, setelah sebelumnya mencoba menutupi perbuatannya dengan mengklaim kejadian berlangsung di luar jam operasional. Selain itu, manajer toko dan pengawas regional juga dijatuhi sanksi penurunan jabatan.
Chagee menyatakan bahwa kasus ini mengungkap kelemahan dalam pelatihan staf dan pengawasan harian, yang akan segera dibenahi dengan penerapan standar yang lebih ketat di seluruh jaringan operasional perusahaan.
Chagee Viral (CNA)