Ntvnews.id, Jakarta - Puasa bukan menjadi penghalang untuk tetap beraktivitas, termasuk saat berkendara. Namun, perubahan ritme tubuh selama berpuasa dapat memengaruhi fokus dan emosi pengemudi. Karena itu, diperlukan langkah-langkah antisipatif agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Salah satu langkah awal yang dianjurkan adalah memulai perjalanan dengan doa. Berdoa sebelum berangkat dan bersyukur atas keselamatan selama perjalanan menjadi pengingat untuk selalu berhati-hati.
Selain itu, pengendara juga disarankan merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari jam padat, serta memanfaatkan peta digital untuk memilih rute terbaik.
Kesabaran dan kewaspadaan juga perlu diutamakan. Pengemudi diminta menjaga emosi, meningkatkan kehati-hatian, serta menghindari manuver tiba-tiba yang berisiko memicu kecelakaan. Berkendara secara stabil memberi waktu bagi diri sendiri dan pengguna jalan lain untuk bereaksi. Pembatasan kecepatan pun penting agar kendaraan tetap terkendali dan mudah mengantisipasi situasi di jalan.
Baca Juga: Infografik: Deretan Buah Terbaik untuk Menu Berbuka Puasa
Beberapa hal juga harus dihindari saat berkendara, seperti menggunakan bahu jalan tol, makan atau minum di dalam kendaraan (bagi yang tidak berpuasa), menggunakan headphone, serta memaksakan diri mengemudi saat sangat lelah atau mengantuk.
Istirahat cukup selama 7–9 jam membantu menjaga fokus dan kebugaran, sementara asupan gizi seimbang saat sahur dan berbuka menunjang energi untuk beraktivitas, termasuk mengemudi.
Berikut Infografiknya:
Puasa bukan penghalang untuk tetap beraktivitas, termasuk berkendara. Namun, perubahan ritme tubuh bisa memengaruhi fokus dan emosi, berikut kiat agar berkendara tetap aman. (Antara)
Baca Juga: Infografik: Durasi Puasa 2026 di Berbagai Belahan Dunia
Puasa bukan penghalang untuk tetap beraktivitas, termasuk berkendara. Namun, perubahan ritme tubuh bisa memengaruhi fokus dan emosi, berikut kiat agar berkendara tetap aman. (Antara)