Ragam Hidangan Khas Ramadan dari Berbagai Penjuru Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 13:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bubur Haleem yang merupakan hidangan khas Ramadan dari Pakistan. (Tangkapan layar akun YouTube FoodFusion.) Ilustrasi - Bubur Haleem yang merupakan hidangan khas Ramadan dari Pakistan. (Tangkapan layar akun YouTube FoodFusion.) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta – Selama bulan Ramadan, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan memulai hari melalui santap sahur sebelum waktu subuh dan menutupnya dengan berbuka puasa atau iftar saat matahari terbenam.

Tradisi sahur dan berbuka di berbagai negara selalu menghadirkan sajian khas yang mencerminkan budaya setempat. Mulai dari hidangan berkuah hangat hingga makanan manis yang identik dengan Ramadan, setiap negara memiliki menu andalan yang dinanti kehadirannya. Berikut sejumlah hidangan khas Ramadan dari berbagai belahan dunia.

Di Maroko, iftar terasa kurang lengkap tanpa Harira, sup berbahan dasar tomat yang diperkaya lentil, kacang arab, serta potongan daging kambing. Hidangan ini umumnya disandingkan dengan Chebakia, kue wijen yang disiram madu, serta kurma sebagai pembuka.

Untuk sahur, masyarakat Maroko cenderung memilih menu ringan seperti roti dengan telur, yoghurt, teh mint, serta madu atau minyak zaitun.

Beralih ke Mesir, hidangan Mahshy kerap hadir saat iftar. Menu ini berupa aneka sayuran yang diisi campuran nasi berbumbu. Berbuka biasanya diawali dengan sup, seperti sup bihun atau lentil, dilanjutkan dengan mezze seperti daun anggur isi dan aneka saus celup.

Baca Juga: Deretan Hidangan Buka Puasa Paling Populer di Dunia!

Hidangan utama dapat berupa Koshar, perpaduan nasi, lentil, pasta, dan saus tomat, atau Molokhia, semur daun hijau yang khas. Untuk pencuci mulut, Kunafa dan Qatayef hampir selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan. Saat sahur, Ful Medames yang kaya protein lazim disantap bersama roti baladi.

Di Yordania dan Lebanon, iftar kerap dimulai dengan Fattoush, salad segar dengan potongan roti goreng renyah. Hidangan utama yang populer adalah Mansaf, daging kambing yang dimasak dalam yoghurt fermentasi, disajikan dalam porsi besar untuk dinikmati bersama keluarga.

Malaysia memiliki Bubur Lambuk sebagai ikon Ramadan. Bubur nasi yang dimasak bersama daging, santan, dan rempah-rempah ini banyak dibagikan saat berbuka.

Setelah kurma dan minuman manis, masyarakat juga menyajikan roti, kari, sate, serta bubur lambuk. Untuk sahur, hidangan sederhana berbasis nasi seperti bubur atau nasi lemak sering menjadi pilihan.

Di Arab Saudi, sahur lazim diawali dengan kurma dan air sebagai bentuk mengikuti sunnah. Banyak keluarga menyantap Harees, olahan gandum dan daging yang dimasak perlahan hingga lembut. Foul atau kacang fava dengan roti juga kerap hadir.

Saat berbuka, menu utama seperti Kabsa atau Mandi berupa nasi berbumbu dengan ayam atau kambing menjadi sajian favorit, dilengkapi samosa, sup, salad, dan jus segar.

Pakistan identik dengan Haleem saat berbuka puasa, yakni bubur gurih dari campuran biji-bijian, lentil, daging, dan rempah-rempah. Selain kurma sebagai pembuka, fruit chaat, pakora, samosa, serta Dahi Bhalla juga meramaikan meja iftar.

Baca Juga: Ini Daftar Kandungan Kalori Dalam Kue Lebaran, Nastar, Kastengel hingga Lidah Kucing

Minuman Rooh Afza yang berwarna merah muda kerap menjadi pilihan pelepas dahaga. Untuk sahur, masyarakat biasanya menyantap roti atau paratha, telur, yoghurt, teh, serta sisa kari dari malam sebelumnya.

Di India, hidangan berat seperti Haleem dan biryani berbumbu kaya rempah sering tersaji saat berbuka. Sementara sahur berbeda-beda di tiap daerah, namun paratha dengan kari, telur rebus, yoghurt, atau sisa biryani menjadi menu yang umum disantap.

Indonesia sendiri identik dengan sajian manis saat berbuka, salah satunya kolak yang terbuat dari gula aren, santan, dan daun pandan, berisi pisang, ubi, atau nangka.

Setelah takjil manis, hidangan gurih seperti soto, sate, dan lontong biasanya menyusul. Untuk sahur, menu berbasis nasi seperti nasi goreng, nasi lemak, atau bubur menjadi pilihan favorit.

Di Uni Emirat Arab dan Qatar, Harees juga menjadi hidangan wajib saat berbuka. Olahan gandum tumbuk dan daging yang dimasak perlahan hingga menyerupai bubur ini dikenal bergizi dan mengenyangkan.

Beragamnya sajian khas Ramadan di berbagai negara menunjukkan bahwa bulan suci ini bukan hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga perayaan tradisi dan kebersamaan yang tercermin melalui kekayaan kuliner masing-masing budaya.

(Sumber: Antara)

x|close