Ntvnews.id, Jakarta - Film horor terbaru PEMIKAT JIWA mulai mencuri perhatian setelah
penayangan gala. Sejumlah penonton yang hadir mengaku awalnya mengira film ini hanya
akan menjadi horor bertema pelet biasa.
Namun setelah menonton, banyak yang justru dibuat kaget karena film arahan Dom Dharmo ini menyimpan cerita yang lebih intens, lebih gelap, dan tidak sesederhana dugaan awal.
Mengangkat tema pelet yang dekat dengan kepercayaan masyarakat Indonesia, Film Pemikat Jiwa tidak hanya menjadikan unsur gaib sebagai alat untuk menakut-nakuti. Film ini membawa penonton masuk ke dalam konflik obsesi, manipulasi, dan cinta yang dipaksa.
Teror dalam film tidak hanya datang dari sosok gaib, tetapi juga dari manusia yang tidak mampu menerima penolakan. Salah satu hal yang banyak disorot setelah gala adalah penampilan Fajar Nugra sebagai Jay. Karakter Jay digambarkan sebagai sosok laki-laki obsesif dan manipulatif yang membuat penonton merasa kesal, takut, sekaligus tidak nyaman. Beberapa respons penonton bahkan menyebut perannya begitu mengganggu karena terasa dekat dengan realitas hubungan yang tidak sehat.
“Gue kira ini cuma film horor pelet biasa. Ternyata di luar dugaan. Fajar Nugra, lu sinting!”
menjadi salah satu reaksi yang menggambarkan bagaimana karakter Jay meninggalkan kesan kuat setelah film selesai ditonton.
Selain Fajar Nugra, Givina juga menjadi sorotan lewat transformasinya sebagai Wulan. Karakter Wulan yang awalnya terlihat lembut perlahan berubah menjadi semakin berani, semakin nekat, hingga kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Perubahan ini menjadi salah satu kekuatan utama film karena membuat penonton tidak hanya menyaksikan korban pelet, tetapi juga merasakan bagaimana hidup seseorang dapat berubah ketika rasa dipaksa masuk dari luar dirinya.
Di sisi lain, kehadiran Yuni Yasmin sebagai Sasi Geni disebut menjadi salah satu elemen paling menyeramkan dalam Film Pemikat Jiwa. Jika poster dan trailer sudah membangun rasa penasaran terhadap sosok Sasi Geni, penonton yang hadir di gala menyebut terornya dalam film terasa jauh lebih kuat dan lebih mengganggu.
Keunikan lain dari Film Pemikat Jiwa adalah cara film ini menghadirkan horor pelet dari dua sisi: pihak yang melakukan dan pihak yang menjadi korban. Penonton diajak melihat bagaimana obsesi dapat tumbuh, bagaimana manipulasi bekerja, dan bagaimana akibatnyamenghantam korban. Pendekatan ini membuat cerita terasa lebih intens, tidak mudah ditebak, dan terus berkembang hingga akhir.
Film ini juga tidak bertumpu pada jump scare semata. Ketegangan dibangun perlahan melalui konflik, atmosfer, perkembangan karakter, dan rasa tidak nyaman yang semakin meningkat. Horornya bukan hanya membuat penonton kaget, tetapi juga membuat mereka ikut geregetan melihat bagaimana cinta yang dipaksa dapat berubah menjadi teror.
Dengan cerita yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia, performa pemain yang
kuat, serta teror Sasi Geni yang disebut lebih menyeramkan dari materi promonya,
Film Pemikat Jiwa hadir sebagai horor lokal yang tidak hanya menjual rasa takut, tetapi juga
rasa tidak nyaman terhadap obsesi manusia.
Film Pemikat Jiwa diproduseri oleh Shanker R.S dan Rama Tribudiman sebagai Executive
Producer. Film ini diproduksi oleh Makara Production yang berkolaborasi dengan NUSA
Indonesia Bercerita, Jupiter, Salembe, AZ Film dan SHOW Token. Film ini juga
menghadirkan Nuugro Agung sebagai penulis sekaligus penggagas ide cerita.
Pemikat Jiwa adalah film horor psikologis Indonesia produksi Makara Production yang diangkat dari kisah viral di X. Film yang disutradarai oleh Dom Dharmo ini tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026 (Pemikat Jiwa)