Sal Priadi Ungkap Rasa Haru Terlibat di Konser Padi Reborn Dua Delapan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 20:45
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sal Priadi dan Padi Reborn Sal Priadi dan Padi Reborn (NTVNews)

 

Ntvnews.id, Jakarta - Momentum perayaan 28 tahun perjalanan karier band legendaris Padi Reborn menyisakan kesan mendalam bagi penyanyi Sal Priadi. Tak hanya berkesempatan menjadi bintang tamu dalam konser bertajuk Padi Reborn Dua Delapan, Sal juga mengungkapkan rasa antusiasnya menyambut penayangan konser tersebut di layar lebar.

Bagi pelantun Gala Bunga Matahari ini, menyaksikan sebuah rekaman konser yang dikemas menjadi film bioskop adalah pengalaman yang luar biasa unik, apalagi ia terlibat langsung di dalamnya.

Sal mengaku tak sabar untuk melihat dirinya sendiri beraksi di panggung melalui layar raksasa bioskop. Menurutnya, format film konser ini merupakan terobosan yang langka bagi industri musik Tanah Air.

"Gua tuh nggak pernah kayaknya ya mengingat ada video konser yang dijadiin film gitu, ditonton di bioskop. Jadi ini buat gua pertama kalinya akan menyaksikan aku sendiri di atas panggung di hadapan audiens yang begitu dahsyat lewat layar yang besar," ujar Sal Priadi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, 7 Juli 2026.

Hubungan Sal Priadi dengan Padi ternyata sudah terjalin jauh sebelum ia terjun ke dunia musik profesional. Sal mengenang masa sekolahnya ketika album Sesuatu yang Tertunda milik Padi menjadi salah satu dari tiga album wajib yang selalu menemaninya di perjalanan menuju sekolah.

Ketika tawaran untuk menjadi tamu dalam konser 28 tahun Padi datang melalui sambungan telepon, Sal mengaku sempat tidak percaya. 

"Waktu terima telepon, walaupun dari kalimat pertamanya aku udah 'opo sih iki' gitu. Tapi kemudian tentu saja aku iyakan. Berdiri di atas panggung bersama mereka rasanya masih sangat surel. Ini benar-benar mimpi jadi nyata bagi aku."

Menanggapi eksistensi Padi yang tetap relevan hingga hampir tiga dekade, Sal menyoroti dua hal utama: inovasi dan support system. Ia memuji keberanian Padi untuk terus mengadopsi teknologi baru, seperti pembuatan film konser ini.

"Tidak semua band punya kesempatan melakukan itu sampai 28 tahun masih terus ada dan melakukan ide-ide luar biasa. Selain itu, kepercayaan dari support system sangat penting. Kami generasi baru berharap bisa berkarya sepanjang mereka," ungkapnya.

Sal juga mengagumi hubungan emosional antara Padi dengan penggemar setianya, Sobat Padi. Ia melihat bagaimana musik Padi diwariskan dari orang tua ke anak, menciptakan rasa memiliki yang mendalam di setiap kota yang mereka datangi.

Satu cerita personal yang paling membekas di ingatan Sal adalah masa kecilnya yang berkaitan dengan lagu-lagu hits Padi. Ia menceritakan pengalamannya membantu sang tante yang mengelola majalah Hotchord, sebuah majalah yang memuat kunci gitar lagu-lagu populer.

"Dulu zamannya belum ada internet. Jadi aku ikut bantuin tanteku ngulik chord lagu 'Kasih Tak Sampai' dan 'Bayangkanlah' secara manual. Aku duduk di sebelahnya sambil mereka dengerin lagu dan nyari chord-nya satu-satu. Itu cerita personal aku dengan album Sesuatu yang Tertunda," tutup Sal Priadi.

Kini, sosok anak kecil yang membantu ngulik kunci gitar itu telah bertransformasi menjadi salah satu musisi besar Indonesia yang berdiri sejajar dengan idolanya di atas panggung, dan sebentar lagi, di layar bioskop.

x|close