Anggy Umbara Gunakan 28 Kamera Teknologi 3D dalam Film 402 Rumah Sakit Angker Korea

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jul 2026, 19:56
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Anggy Umbara Anggy Umbara (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Film horor apik karya terbaru dari sutradara Anggy Umbara yang berjudul "402 Rumah Sakit Angker Korea". Film yang diadaptasi dari kisah horor populer Korea Selatan ini menjanjikan pengalaman visual yang berbeda dengan mengedepankan aspek realisme dan kerumitan teknis yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia.

Dari kacamata sineas dan jajaran cast saling membagikan kisah perjuangan mereka dalam mewujudkan film bergenre found footage ini agar tampil seautentik mungkin, baik dari sisi budaya maupun teknis sinematografi.

Salah satu tantangan terbesar dalam mengadaptasi cerita berlatar Korea adalah menjaga agar nuansanya tidak terasa buatan. Untuk itu, tim produksi menggandeng Jang Hansol, YouTuber ternama yang besar di Indonesia namun asli Korea, sebagai konsultan sekaligus pemain.

Hansol mengungkapkan bahwa fokus utamanya adalah memastikan setiap aspek dalam film mencerminkan Korea yang sebenarnya. 

"Saya ingin menunjukkan Korea yang normal, bukan Korea yang dibuat-buat atau berlebihan. Saat ditonton sutradara aslinya nanti, saya ingin dia merasa bahwa ini memang benar-benar mirip dengan kondisi di sana," ujar Hansol di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, 6 Juli 2026.

Selain memberikan masukan pada naskah dan adegan keseharian, Hansol juga berperan sebagai jembatan bagi para cast untuk memahami kondisi lingkungan di Korea, termasuk hal detail seperti perbedaan cuaca dan suhu yang memengaruhi akting para pemain.

Sutradara Anggy Umbara membeberkan bahwa 402 Rumah Sakit Angker Korea adalah salah satu proyek tersulit dalam kariernya. Demi mendapatkan estetika found footage yang murni di mana kamera seolah-olah dipegang atau menempel pada tubuh karakter Anggy melakukan riset selama satu tahun hanya untuk menciptakan alat penyangga kamera.

"Kita sempat coba pakai besi, tapi terlalu berat dan berbahaya. Pakai aluminium pun kurang kuat menahan beban kamera, lampu, dan transmiter. Akhirnya, kami mendesain ulang semuanya dan mencetaknya menggunakan teknologi 3D Printing berbahan resin khusus agar kuat namun tetap fleksibel," jelas Anggy.

Kejutan terbesar datang dari jumlah kamera yang digunakan. Anggy mengungkapkan ada 28 kamera yang bekerja secara simultan selama proses syuting. Hal ini menciptakan kerumitan luar biasa di meja editing. 

"Biasanya proses assemble hasil syuting hanya butuh beberapa jam. Ini butuh tiga hari non-stop karena banyaknya timeline kamera yang harus disatukan. Ini benar-benar crazy technicality," tambahnya.

Aktor utama Arbani Yasiz, yang berperan sebagai Juna seorang konten kreator yang terobsesi dengan views mengaku banyak berkonsultasi dengan Jang Hansol dan Cory untuk mendalami motivasi seorang YouTuber.

Namun, tantangan terberat bagi Arbani bukan hanya soal karakter, melainkan teknis syuting yang membuatnya terisolasi. Berbeda dengan pemain lain yang banyak melakukan adegan bersama di dalam lokasi angker, karakter Juna lebih banyak berada di tenda komando.

"Gak fair-nya itu, pas mereka syuting adegan berantem, saya tetap datang ke lokasi untuk memancing dialog lewat HT agar emosinya dapat. Tapi pas giliran saya syuting di tenda, mereka malah libur," canda Arbani. 

"Saya harus bolak-balik ke monitor melihat reaksi mereka sebelumnya, lalu berakting sendirian di depan kamera. Ini tantangan baru yang seru banget buat saya." jelasnya.

Film 402 Rumah Sakit Angker Korea tampaknya tidak ingin hanya menjadi sekadar film remake. Dengan perpaduan antara sensitivitas budaya yang dijaga oleh Jang Hansol, kegilaan teknis dari Anggy Umbara, dan totalitas akting dari Arbani Yasiz, film ini bersiap memberikan standar baru bagi genre horor found footage di tanah air.

Proses pasca produksi yang rumit, termasuk teknik masking lampu manual untuk menjaga suasana gelap yang alami, menunjukkan bahwa film ini digarap dengan detail yang sangat serius. 

x|close