Ntvnews.id, Jakarta - Film Kuyank merupakan film horor Indonesia yang akan hadir sebagai sebagai prekuel dari Saranjana: Kota Gaib. Film besutan sutradara Johansyah Jumberan ini mengangkat kisah mitos yang terjadi di pedalaman Kalimantan tepatnya di Banjarmasin, yang mempercayai adanya Kuyank dalam budaya mereka.
Pendekatan prekuel membuat Kuyank terasa lebih emosional dan mendalam. Penonton tidak hanya disuguhkan jumpscare, melainkan juga konflik rumah tangga yang kuat. Dilema moral para karakter menjadi pemicu lahirnya kutukan di masa depan.
Dibeberkan oleh sang penulis bahwa dalam film ini ia ingin mengangkat soal keresahan masyarakat Banjar, bukan sepenuhnya mengangkat soal kisah teror melainkan menyatukan dengan berbagai konflik drama dalam keluarga.
"Mitos yang kami ambil yakni Kuyang tidak membunuh, tapi masyarakat Banjar salah paham. Kalu Kuyank di Banjar biasanya terikat soal keinginan kecantikan, rasa sayang suami dan awet muda," tutur Asaf Antariksa penulis film Kuyank, 24 Januari 2026.
Bahkan 80 persen cerita dalam film ini diambil dari kehidupan masyarakat di perairan Kalimantan, yang masih menganut budaya sekitar dan mempercayai hal gaib.
"Cerita ini merupakan tradisi Banjar dengan ekosistemnya yang autentik, sangat jarang didapatkan di film lain. Disini cerita karakternya orang Jawa yang datang ke Kalimantan, di film Kuyank ini secara visual semesta cerita tradisi yang dihidupkan dalam ceritanya adalah perairan Kalimantan," sambungnya.
Karya terbaru dari rumah produksi Dari Hati Film ini rencananya akan tayang pada 29 Januari 2026 di bioskop, dimana Johansyah Jumberan sebagai sutradara sekaligus produser berusaha menjadikan film ini menjadi karya terbaiknya dari film Saranjana.
"Produksi kuyank ini bukan main-main saya banyak belajar dari produksi sebelumnya saya tahu tidak akan memberikan kepuasan apalagi ke orang yang membenci kami. 60 persen set di film ini semuanya dibangun, rumahnya itu dibangun, kamera kita itu Alexa 35 kalo terjun satu berapa miliar saya harus ganti. Tim CGI yang dipakai itu yang menang FFI 2 kali berturut-turut," kata Jo.
Sedangkan film Kuyank ini menjadi project pertama Rio Dewanto yang menjalani syuting di Tanah Kalimantan, dan mendapat banyak pengalaman baru selama masa syutingnya.
"Pengalaman syuting di Banjar menyenangkan, kalo gaada project ini mungkin saya gak pernah ke Kalimantan. Orang sana ramah-ramah, yang saya bingung kenapa restoran di Kalimantan kok wong Solo," tandas Rio.
Sebagai informasi, film ini dibintangi oleh Rio Dewanto, Ochi Rosdiana, Putri Intan Kasela, dan Hamzan Al Idrus, dimana dalam ceritanya mengangkat soal perjuangan perempuan menghadapi tekanan adat, budaya, dan ancaman gaib.
Film Kuyank (NTVNews)