Lahan Terbakar, Menteri LH Sebut 356 Perusahaan Sedang Diverifikasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Okt 2026, 16:00
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat usai kunjungan kerja ke PP Muhammadiyah Yogyakarta. Jumat (30/10/2026). Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat usai kunjungan kerja ke PP Muhammadiyah Yogyakarta. Jumat (30/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah memverifikasi setidaknya 356 perusahaan di berbagai daerah di Indonesia yang kedapatan memiliki kawasan lahan atau hutan terbakar di area konsesi mereka.

“Kita sedang memverifikasi semua yang ada wilayahnya atau areanya terbakar di perusahaan-perusahaan. Dan ini jumlahnya tidak sedikit, ada 356 perusahaan,” ujar Jumhur Hidayat usai melakukan kunjungan kerja ke kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat (30/10).

Ia menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan secara cermat karena modus terjadinya kebakaran di area perusahaan sangat beragam. Luas lahan yang terbakar pun bervariasi, mulai dari luasan kecil seluas dua, lima, hingga sepuluh hektare, hingga ratusan hektare, yang mencakup berbagai jenis komoditas seperti perkebunan sawit dan kebun lainnya.

Lebih lanjut, Menteri LH menyebutkan bahwa verifikasi mendalam ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan, apakah insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut disebabkan oleh faktor kelalaian, unsur pembiaran, atau bahkan terindikasi sebagai tindakan kejahatan yang disengaja.
 

“Jadi tentu itu bagian dari verifikasi dan nanti akan kelihatan mana yang memang berbuat jahat, kita nggak boleh zalim pastinya, mana yang berbuat jahat, mana yang memang abai, setengah abai, atau memang perlu ditindak,” tegasnya.

Kendati demikian, Menteri LH belum membeberkan secara detail nama-nama dari ratusan perusahaan yang saat ini tengah diinvestigasi. Namun, ia memastikan bahwa sanksi tegas menanti pihak-pihak yang terbukti bersalah. “Belum detail. Sanksinya ditutup, izinnya dicabut,” tandasnya.

Di sisi lain, kondisi penanganan karhutla di tanah air saat ini dilaporkan telah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Selain didukung oleh faktor cuaca dengan turunnya hujan di berbagai wilayah, perbaikan ini juga tak lepas dari kerja keras dan sinergi masif di lapangan.

“Sekarang sudah membaik, Alhamdulillah terus hujan. Jadi ada 70 ribu orang lebih itu bekerja pagi siang malam memadamkan api, jadi bukan hanya pemerintah, ini ada 70 ribu lebih orang. Tapi kalau tidak ada mereka mungkin jauh lebih dahsyat. Jadi kita hargai itulah,” pungkas Jumhur Hidayat.
 
 
(Sumber: Antara)