Pasar Baru Bakal Disulap Jadi Pusat Wisata Kuliner 24 Jam, Pramono: Seperti di Myeongdong

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Okt 2026, 14:36
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Pemprov DKI)

NTVNews.id, Jakarta - Pasar Baru, Jakarta Pusat diproyeksikan menjadi destinasi wisata kuliner yang beroperasi selama 24 jam. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin mengembangkan kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas kuliner dan wisata perkotaan dengan konsep yang terinspirasi dari Myeongdong, Korea Selatan.

Rencana tersebut akan dipersiapkan seiring dengan pengembangan jaringan transportasi massal, khususnya proyek MRT Jakarta jalur Monas–Harmoni. Kehadiran MRT diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas sekaligus menarik lebih banyak pengunjung ke Pasar Baru.

Pramono mengatakan, pemerintah provinsi tengah menunggu penyelesaian pembangunan MRT sebelum mengoptimalkan potensi kawasan tersebut sebagai pusat wisata kuliner yang hidup sepanjang hari.

"Kita sedang menunggu penyelesaian MRT. Nanti begitu MRT selesai sampai dengan Monas–Harmoni, maka kita persiapkan Pasar Baru menjadi tempat, Pasar Baru menjadi tempat untuk orang bisa menjadi hub baru wisata kuliner 24 jam, yang kemudian saya sebut seperti Myeongdong di Korea," katanya di Jakarta Selatan, Jumat, 30 Oktober 2026.

Baca Juga: Pramono Dorong Penguatan Layanan Kanker Terintegrasi di Jakarta

Menurutnya, pengembangan Pasar Baru bukan sekadar menghadirkan tempat makan, melainkan menciptakan kawasan yang menarik sebagai tujuan wisata, tempat berkumpul, sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Pramono menjelaskan, pengembangan wisata perkotaan Jakarta tidak akan terpusat di satu lokasi saja. Pemerintah Provinsi DKI ingin membangun sejumlah kawasan tematik yang memiliki karakter dan daya tarik berbeda.

Rencana tersebut semakin memungkinkan apabila pembangunan MRT Jakarta dapat tersambung hingga Kota Tua. Dengan konektivitas transportasi yang semakin baik, masyarakat dan wisatawan diharapkan lebih mudah menjelajahi berbagai destinasi unggulan di sepanjang kawasan tersebut.

Salah satu kawasan yang akan dikembangkan adalah Glodok Pecinan. Wilayah ini direncanakan memiliki konsep wisata yang menonjolkan tradisi, budaya, dan kekhasan masyarakat Tionghoa.

Sementara itu, Kota Tua akan dikembangkan dengan karakter tersendiri melalui penataan bangunan, restoran, dan berbagai fasilitas wisata yang disesuaikan dengan konsep kawasan.

"Tetapi sebenarnya intinya adalah tempat itu akan kita buat menjadi tempat yang begitu menarik sehingga orang datang, karena saya membayangkan nantinya kalau MRT sudah selesai sampai dengan Kota Tua, ada beberapa tempat yang berdekatan dengan Pasar Baru yang akan menjadi apa ya, tempat-tempat yang tematik. Yang pertama adalah Glodok Pecinan, pasti akan mempunyai khas tersendiri. Yang terakhir di Kota Tua, pasti juga akan mempunyai khas tersendiri," ujarnya.

Pramono ingin Jakarta memiliki lebih banyak pusat aktivitas yang dapat dinikmati masyarakat sepanjang waktu. Selama ini, Blok M menjadi salah satu kawasan yang dikenal sebagai pusat kuliner dan aktivitas perkotaan.

Baca Juga: Pramono Tinjau Normalisasi Kali Mampang, Upaya Tekan Banjir Jelang Musim Hujan

Ke depan, ia membayangkan Pasar Baru dan Glodok Pecinan dapat berkembang menjadi pusat keramaian baru dengan konsep wisata yang berbeda.

Pasar Baru akan diarahkan sebagai pusat wisata kuliner 24 jam, sedangkan Glodok Pecinan akan mengangkat kekayaan tradisi masyarakat Tionghoa. Adapun Kota Tua akan dikembangkan dengan segmen wisata tersendiri yang lebih menyasar kalangan menengah ke atas.

"Sehingga dengan demikian bayangan apa yang saya bayangkan dan pasti akan saya siapkan, bahwa Jakarta itu tidak hanya semata-mata aktivitasnya misalnya seperti di Blok M. Akan ada tempat-tempat hub baru 24 jam ada di Pasar Baru, Glodok Pecinan yang kemudian mau di-tematik yang lebih mendekati apa, tradisi masyarakat Tionghoa, kemudian di Kota Tua yang segmennya adalah pasti segmen lebih kepada menengah ke atas," imbuhnya.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga akan memperhatikan karakter bangunan, penataan kawasan, serta konsep restoran dan fasilitas pendukung lainnya. Pramono menegaskan bahwa setiap kawasan akan memiliki identitas tersendiri sehingga pengembangan wisata tidak dilakukan dengan konsep yang seragam.

Pasar Baru akan menonjolkan pengalaman wisata kuliner yang dapat dinikmati selama 24 jam. Glodok Pecinan akan mengedepankan nuansa budaya Tionghoa, sedangkan Kota Tua akan dikembangkan dengan konsep yang menyesuaikan karakter kawasan bersejarah tersebut.

"Karena memang bangunan dan juga restoran dan sebagainya nanti akan diperuntukkan apa ya, dengan tema-tema yang seperti itu. Dan itulah yang kami rencanakan, mudah-mudahan perencanaan itu bisa diwujudkan dan saya yakin bisa mewujudkan itu," katanya.