Netanyahu Tegaskan Israel Tak Akan Mundur dari Gaza Palestina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Sep 2026, 07:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Benjamin Netanyahu Benjamin Netanyahu (The Arab News)

Ntvnews.id, Gaza - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi pasukan militernya yang ditempatkan di Jalur Gaza pada Rabu, 2 September 2026 waktu setempat. Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu menegaskan Israel tidak akan menarik pasukannya meski para mediator terus berupaya mendorong kemajuan rencana perdamaian Gaza yang didukung Amerika Serikat (AS).

Dilansir darui AFP, Jumat, 4 September 2026, kunjungan itu menjadi yang pertama bagi Netanyahu ke Jalur Gaza sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Oktober 2025. Wilayah tersebut mengalami kehancuran luas akibat serangan militer Israel.

Netanyahu bertemu dengan tentara Israel yang bertugas di kawasan yang dikenal sebagai Yellow Line. Garis tersebut menjadi pemisah antara wilayah Gaza yang berada di bawah kendali Hamas dan area yang dikuasai militer Israel.

"Kita menguasai area ini. Kita tidak akan mundur. Kita tetap bertahap di garis ini," tegas Netanyahu dalam pernyataannya.

Ia juga mengklaim pasukan Israel saat ini menguasai sebagian besar wilayah Jalur Gaza dan menyatakan operasi militer akan terus dilakukan terhadap kelompok yang dianggap mengancam keamanan Israel.

Baca Juga: Iran Sebut Netanyahu Ular yang Menipu AS

"Kita menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza, dan kita tidak akan berhenti, karena kita terus melenyapkan para teroris yang mengancam kita, hari demi hari," ucap PM Israel tersebut.

Meski gencatan senjata yang dimediasi Washington masih berlangsung, pasukan Israel tetap melakukan serangan di Jalur Gaza dan terus memperluas pergerakannya ke sejumlah wilayah. Pemerintah Israel beralasan langkah tersebut diperlukan untuk menghilangkan ancaman yang ditimbulkan Hamas.

Desakan dari komunitas internasional agar kedua pihak segera memasuki tahap lanjutan dari proposal perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump juga belum membuat Israel menghentikan operasi militernya terhadap warga Palestina yang disebutnya sebagai militan.

Netanyahu, yang menghadapi persaingan politik menjelang pemilu pada Oktober mendatang, sebelumnya menolak melanjutkan ke tahap berikutnya dari rencana perdamaian tersebut. Keputusan itu diambil setelah Hamas menyatakan kesiapan untuk menyerahkan persenjataannya.

Netanyahu kembali menegaskan bahwa pasukan Israel tidak akan ditarik sebelum Hamas benar-benar dilucuti.

"Kita melakukan segala upaya untuk mencapai tujuan kita melucuti senjata Hamas dan melakukan demiliterisasi Gaza. Gaza tidak akan lagi menjadi ancaman bagi Israel," ujar Netanyahu.

"Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan  dan kita akan menyelesaikannya," tandasnya.

x|close