Imigrasi Riau Bersama Tim Gabungan Razia Rumah Penampungan Imigran di Pekanbaru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Agu 2026, 14:36
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Suasana pengungsi Rohingya yang menempati lahan penampungan yang masih beratapkan triplek dan terpal di Pekanbaru, Rabu (12/8/2026) malam Suasana pengungsi Rohingya yang menempati lahan penampungan yang masih beratapkan triplek dan terpal di Pekanbaru, Rabu (12/8/2026) malam (Antara)

Ntvnews.id, Pekanbaru - Tim aparat gabungan di bawah koordinasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau menggelar razia dan pengawasan mendadak ke sejumah community house (CH) atau rumah penampungan imigran di Kota Pekanbaru.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Riau Agung Prianto mengungkapkan bahwa operasi gabungan ini merupakan langkah perdana di Pekanbaru yang digagas oleh Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru. Langkah taktis ini menjadi tindak lanjut nyata atas dibentuknya Forum Komunikasi Penanganan Detainee dan Pengungsi (Forkopdensi).

"Operasi ini akan dilakukan secara rutin untuk mewujudkan Kota Pekanbaru yang lebih nyaman dan aman salah satunya agar pelanggaran pengungsi dapat ditekan sehingga masyarakat aman tidak terganggu dengan pengungsi dari luar negeri," katanya di Pekanbaru, Rabu malam, 12 Agustus 2026.

Pengawasan ketat tersebut melibatkan jajaran lintas instansi yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, serta jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru mulai dari Kesatuan Bangsa dan Politik, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Pemadam Kebakaran. Tim menyisir sedikitnya empat lokasi CH di wilayah Kota Pekanbaru.

Titik pertama yang disambangi petugas yakni Wisma Orchid yang dihuni lebih dari 100 pengungsi asal Afganistan dan Palestina. Di lokasi ini, petugas mendata para imigran yang mendapati kedapatan menguasai serta mengoperasikan kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Sekarang banyak yang berkendara dan dipastikan tidak punya surat izin mengemudi. Ini kita imbau kalau berkendara roda dua harus pakai helm. Kalau tindakan kriminal lain belum ada," ujarnya.

Tak hanya masalah lalu lintas, petugas turut mendapati imigran di wisma tersebut yang menjalankan aktivitas berjualan. Personel Satpol PP Pekanbaru yang ikut dalam pengawasan langsung memberikan pengarahan agar para imigran tidak memanfaatkan trotoar sebagai tempat berdagang.

Penyisiran dilanjutkan ke lokasi kedua di Siak Resor, yang menjadi tempat tinggal bagi belasan pengungsi asal Sudan, beberapa warga Afganistan, serta seorang imigran asal Pakistan. Petugas mengimbau para penghuni untuk tidak berkendara sekaligus menaati aturan jam keluar-masuk penampungan.

Selanjutnya, petugas bergerak menuju CH Asqiya di daerah Simpang Tiga yang dihuni ratusan pengungsi asal Afganistan. Di lokasi ketiga ini, penekanan khusus diberikan kepada para penghuni yang masih berstatus lajang agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan penampungan.

Sebagai penutup, tim mendatangi lokasi penampungan terbesar yang dihuni 570 pengungsi dari etnis Rohingya. Tempat penampungan yang berlokasi tak jauh dari Rudenim Pekanbaru ini berakar dari penyediaan lahan oleh International Organization for Migration (IOM). 

(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close