Di Depan Dasco, KSPSI Bilang 55 Ribu Buruh Terancam PHK

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 15:16
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin 1 September 2025. ANTARA/Handout/am. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin 1 September 2025. ANTARA/Handout/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan kekhawatiran terhadap potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dapat menimpa puluhan ribu pekerja akibat melonjaknya harga gas industri.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Gani di hadapan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI yang berlangsung di Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut Andi Gani, kenaikan harga gas industri telah memberikan tekanan besar terhadap sektor manufaktur, khususnya industri keramik. Kondisi tersebut berpotensi berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan nasib para pekerja.

Ia menyebut sekitar 55 ribu buruh yang bekerja di perusahaan keramik, termasuk Milenium Keramik dan Mulia Keramik, berada dalam posisi rawan kehilangan pekerjaan apabila persoalan tersebut tidak segera ditangani.

"Minggu depan, maksimal sepuluh hari ke depan, 55.000 orang ter-PHK. Ini menjadi kekhawatiran kita semua karena gas industri," tuturnya.

Andi Gani mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret guna mengatasi persoalan harga gas yang terus meningkat. Menurutnya, penyelesaian yang cepat sangat diperlukan untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap dunia industri dan ketenagakerjaan.

Baca Juga: Tekad Prabowo Tak Boleh Ada Daerah Tertinggal dan Janji Turunkan Biaya Logistik

Ia juga meminta bantuan Sufmi Dasco Ahmad untuk mendorong lahirnya solusi yang dapat meringankan beban industri yang bergantung pada pasokan gas.

"Ini menjadi kemirisan buat kita semua karena itu saya minta Bang Dasco yang bisa mencari jalan cepat keluar masalah gas industri karena harga gas itu dari 6 dolar, sekarang per hari ini sudah 23 dolar," jelasnya.

Lebih lanjut, Andi Gani mengingatkan bahwa ancaman tidak hanya menghantui industri keramik. Jika kenaikan harga gas terus berlanjut tanpa intervensi pemerintah, sektor lain seperti industri tekstil juga berpotensi mengalami tekanan serupa.

"Jadi ini sangat mengerikan. Sebentar lagi menyusul tekstil, pokoknya yang makai gas industri pasti akan berat," imbuhnya.

KSPSI berharap pemerintah segera melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan industri nasional sekaligus melindungi tenaga kerja dari ancaman PHK massal yang dapat berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

x|close