Ntvnews.id, Jakarta - Kasus penyekapan dan penganiayaan yang diduga dialami YTR (29), seorang perempuan asal Cileunyi, Kabupaten Bandung, mengungkap rangkaian peristiwa yang membuat keluarga korban hidup dalam ketidakpastian selama bertahun-tahun. Di balik hilangnya korban tanpa kabar, terdapat dugaan cara licik yang digunakan pelaku untuk memutus hubungan YTR dengan keluarganya.
Sebelum ditemukan dalam kondisi mengenaskan hingga kehilangan penglihatan, YTR sempat dinyatakan hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Keluarga berupaya mencari korban ke berbagai tempat, termasuk mendatangi lokasi kerjanya setelah selama tiga bulan tidak menerima kabar apa pun.
Pencarian juga dilakukan melalui media sosial. Harapan sempat muncul ketika nomor ponsel yang biasa digunakan korban tiba-tiba menghubungi keluarga melalui aplikasi WhatsApp. Namun, pesan yang diterima justru menimbulkan kecurigaan baru.
Adik korban, Syahrul Ulum, mengungkapkan bahwa keluarga sempat mengunggah informasi orang hilang untuk membantu pencarian YTR.
"Jadi selama kakak saya pas dicari ke tempat kerja itu tiga bulan gak ada kabar, sempet diviralin sama kakak yang pertama lewat Instagram," kata Syahrul dalam keterangannya.
Alih-alih memberikan petunjuk keberadaan korban atau meminta pertolongan, pesan yang masuk dari nomor YTR justru berisi kata-kata kasar dan permintaan agar keluarga menghentikan pencarian.
Baca Juga: Sejarah! Raja Charles Bakal Ungkap Tagihan Pajak Pribadi,
Pesan tersebut tidak membuat keluarga tenang. Sebaliknya, mereka merasa ada kejanggalan. Cara penyampaian pesan yang dianggap tidak biasa membuat keluarga menduga bahwa orang yang mengirimkan pesan tersebut bukanlah YTR.
Kecurigaan itu mengarah pada dugaan bahwa seseorang sengaja menggunakan ponsel korban untuk menciptakan kesan bahwa YTR tidak ingin ditemukan. Dengan cara tersebut, komunikasi antara korban dan keluarganya diduga sengaja diputus sehingga pencarian tidak lagi dilakukan secara intensif.
Menurut Syahrul, dugaan tersebut mengarah kepada sosok yang kini menjadi buronan utama dalam kasus ini.
"Jadi yang kemarin tuh kayaknya pelaku yang ngancem-ngancem yang marah-marah ke keluarga teh, kayaknya pelaku," ungkap Syahrul.
Selama tiga tahun berikutnya, keluarga hidup tanpa kepastian mengenai nasib YTR. Tidak ada informasi yang mampu menjelaskan keberadaan korban hingga akhirnya kabar mengejutkan datang dari rumah sakit.
Pada awalnya, keluarga memperoleh informasi bahwa YTR mengalami kecelakaan. Namun setelah melihat langsung kondisi korban yang mengalami luka serius hingga kehilangan penglihatan, muncul dugaan bahwa perempuan tersebut selama ini menjadi korban penyekapan dan penyiksaan.
Baca Juga: Seorang Pria Didakwa atas Serangan Bermotif Kebencian terhadap Muslim
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan kepolisian. Sementara korban telah ditemukan, terduga pelaku yang disebut sebagai kekasih korban masih belum berhasil ditangkap.
Direktorat PPA dan PPO Polda Jawa Barat terus melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap pelaku.
"Masih proses, nanti dikabari. Kami masih lakukan pendalaman," tegas Dir PPA dan PPO Polda Jabar Kombes Rumi Untari, Minggu (21/6/2026).
Polisi mengungkapkan bahwa upaya penangkapan menghadapi kendala karena terduga pelaku terus berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan petugas telah melakukan berbagai upaya pencarian dalam beberapa hari terakhir.
"Kepolisian sudah beberapa hari ini berjibaku untuk mencari tersangka," kata Hendra, Jumat (19/6/2026).
"Memang dari beberapa hasil pemetaan kita ini, tersangka berpindah-pindah. Dan hampir beberapa waktu kita menggerebek, tetapi yang bersangkutan masih bisa meloloskan diri," pungkasnya.
Dugaan penggunaan ponsel korban untuk mengirim pesan bernada kasar kepada keluarga menjadi salah satu bagian paling janggal dalam kasus ini. Pesan tersebut bukan hanya menghentikan harapan keluarga untuk segera menemukan YTR, tetapi juga diduga menjadi cara pelaku untuk menjauhkan korban dari orang-orang terdekatnya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya kasus ini terungkap.
Terduga Pelaku Penyekapan di Bandung (Instagram)