Seorang Pria Didakwa atas Serangan Bermotif Kebencian terhadap Muslim

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jun 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Penjara Ilustrasi Penjara

Ntvnews.id, Edinburgh - Aparat penegak hukum di Skotlandia mendakwa seorang pria berusia 36 tahun terkait serangkaian aksi kekerasan di Edinburgh yang menyebabkan lima orang mengalami luka-luka. Otoritas menyebut tindakan tersebut diduga dilatarbelakangi sentimen kebencian terhadap umat Muslim.

Kepolisian Skotlandia mengonfirmasi bahwa pria tersebut telah ditangkap dan didakwa atas insiden yang terjadi di Edinburgh pada Jumat, 19 Juni 2026.

"Sebuah laporan telah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum, dan individu tersebut akan hadir di pengadilan pada waktunya," kata polisi, dikutip dari AFP, Senin, 22 Juni 2026.

Menurut kepolisian, mereka menerima sejumlah laporan darurat pada Jumat malam. Para pelapor menginformasikan adanya rangkaian tindakan kekerasan yang mencakup ancaman, perampokan, hingga vandalisme di berbagai lokasi di Edinburgh, yang mengakibatkan lima pria menjadi korban.

Korban termuda diketahui berusia 22 tahun, sedangkan korban tertua berusia 39 tahun. Tiga di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat luka yang dialami, meskipun kondisi mereka tidak mengancam nyawa.

Sementara itu, sebuah video yang beredar di media daring memperlihatkan seorang pria tanpa mengenakan atasan yang diyakini sebagai pelaku. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat berjalan di sejumlah ruas jalan kota sambil membawa senjata berukuran besar.

Baca JugaEks CEO TaniHub Ivan Arie Divonis 9 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi dan TPPU

Pria itu juga terdengar meneriakkan pernyataan mengenai perlindungan negara dari Muslim yang disertai ujaran kasar.

Peristiwa tersebut memicu reaksi dari sejumlah pejabat dan tokoh politik Inggris. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang sangat mengerikan.

"Tersangka tampaknya termotivasi oleh kebencian anti-Muslim. Saya tidak akan mentolerir ini -- dia akan menghadapi hukuman yang setimpal," katanya dalam unggahan di X.

Di sisi lain, organisasi Scottish Association of Mosques dan Muslim Engagement and Development menyatakan bahwa beberapa korban dalam insiden tersebut merupakan Muslim.

Kedua organisasi itu mendesak aparat kepolisian untuk "memperlakukan ini sesuai dengan bukti yang ada: teror Islamofobia sayap kanan".

Scottish Association of Mosques juga menyoroti meningkatnya sentimen anti-migran yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.

"Dalam beberapa hari terakhir, kami telah melihat seruan untuk protes anti-migran beredar secara daring, bersamaan dengan retorika yang semakin agresif yang ditujukan kepada komunitas minoritas," ujar Scottish Association of Mosques.

"Perkembangan ini seharusnya menjadi perhatian semua orang, terlepas dari keyakinan atau latar belakang mereka."

Insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran mengenai meningkatnya aksi kebencian dan Islamofobia di sejumlah wilayah Inggris, terutama setelah munculnya berbagai seruan anti-migran yang beredar di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

TERKINI

Direktur Intelijen AS Ungkap Dokumen Baru soal Covid-19, Apa Itu?

Luar Negeri Senin, 22 Jun 2026 | 06:50 WIB

Sejarah! Raja Charles Bakal Ungkap Tagihan Pajak Pribadi,

Luar Negeri Senin, 22 Jun 2026 | 06:30 WIB

Nasib Selat Hormuz Kian Buram

Luar Negeri Senin, 22 Jun 2026 | 06:00 WIB

Pabrik Sendal Swallow di Tangerang Kebakaran Hebat

Metro Senin, 22 Jun 2026 | 05:52 WIB

PM Italia Semprot Trump

Luar Negeri Senin, 22 Jun 2026 | 05:45 WIB

PM Inggris Keir Starmer Dikabarkan Bakal Mundur Hari Ini

Luar Negeri Senin, 22 Jun 2026 | 05:30 WIB

Rusia Hancurkan Gudang Drone Ukraina

Luar Negeri Senin, 22 Jun 2026 | 05:30 WIB
Load More
x|close