Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 13 pejabat Israel, termasuk tiga menteri, menyerukan agar warga Israel mendatangi kompleks Masjid Al Aqsa pada Jumat, 15 Mei 2026 mendatang.
Ajakan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati pendudukan Israel atas Yerusalem Timur yang telah berlangsung sejak lima dekade lalu.
Dikutip dari Anadolu Agency, Kamis, 7 Mei 2026, Israel setiap tahun memperingati “Hari Yerusalem” dan apa yang mereka sebut sebagai “penyatuan kembali” kota tersebut. Berdasarkan kalender Ibrani, peringatan tahun ini jatuh pada 15 Mei.
Israel diketahui menduduki Yerusalem Timur sejak 1967.
Tanggal tersebut juga bertepatan dengan peringatan Nakba, yakni peristiwa pengusiran ratusan ribu warga Palestina dari tanah mereka.
Menurut laporan Radio Angkatan Darat Israel, sejumlah anggota parlemen Knesset dan para menteri meminta agar Masjid Al Aqsa dibuka untuk umat Yahudi.
Tiga menteri yang disebut terlibat dalam seruan tersebut adalah Shlomo Karhi, Miki Zohar, dan Amichai Chikli.
Berdasarkan laporan radio tersebut, kepolisian Israel kemungkinan akan menolak permintaan itu. Namun, para pejabat dari kelompok sayap kanan menyatakan keputusan akhir tetap berada di tangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Masjid Al Aqsa merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam di dunia. Kompleks tersebut juga dianggap suci oleh umat Yahudi karena diyakini sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada masa lampau.
Ilustrasi - Pemandangan Masjid Al Aqsa dan bentangan kota Yerusalem. (Bakom)
Sejumlah rabi selama bertahun-tahun melarang umat Yahudi mengunjungi kawasan Temple Mount karena dinilai memiliki tingkat kesucian tinggi.
Namun sejak 2003, polisi Israel mulai mengizinkan warga Yahudi memasuki kompleks Masjid Al Aqsa setiap hari, kecuali Jumat dan Sabtu.
Berdasarkan aturan status quo yang berlaku, umat Muslim dan Yahudi sama-sama diperbolehkan mengunjungi kawasan kompleks tersebut. Akan tetapi, umat Yahudi tidak diperkenankan melakukan ibadah di area itu.
Umat ??Islam Palestina berkumpul untuk memasuki Masjid Al-Aqsa saat dibuka kembali untuk ibadah di Kota Tua Yerusalem Timur, Kamis (9/4/2026). (ANTARA FOTO/Anadolu Agency/Mostafa Alkharouf/nym) (Antara)