Arif Satria: ADPIKI Harus Menjadi Charger dan Beri Nilai Tambah Bagi Anggotanya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mei 2026, 10:40
thumbnail-author
Ramses Manurung
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala BRIN, Arif Satria Kepala BRIN, Arif Satria (Sekretariat Presiden)

Ntvnews.id, Bogor - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria menyatakan, Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) harus menjadi charger, penyemangat, bagi para anggotanya.

"Charger hanya tercipta dengan kepercayaan dari semua anggota. Sehingga semua punya energi positif untuk maju," kata Arif.

Menurut Arif, ADPIKI perlu menciptakan added value bagi organisasinya.

"Jika dosen dan peneliti merasa memperoleh added value, maka mereka akan aktif berada di organisasi tersebut," kata Arif.

Arif menyatakan hal tersebut dalam Deklarasi, Pelantikan Pengurus, Simposium Nasional, dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kota Bogor, Kamis, 7 Mei, hari ini.

Kegiatan ini menandai penguatan peran Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) sebagai rumah bersama para akademisi dan peneliti komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Acara diawali dengan deklarasi ADPIKI sebagai organisasi profesi yang berkomitmen mendorong riset orisinal, kredibel, dan berdampak, sekaligus memperkuat otoritas akademik dosen ilmu komunikasi di tengah dinamika ekosistem pendidikan tinggi yang kian berbasis data dan inovasi.

Baca juga: BRIN Siapkan Lima Teknologi untuk Atasi Banjir Rob di Pantura

Dalam siaran persnya, Ketua Umum ADPIKI menegaskan bahwa dosen dan peneliti komunikasi tidak boleh berhenti pada peran sebagai pengajar, tetapi harus naik kelas menjadi rujukan keilmuan yang diakui melalui karya ilmiah dan riset yang memberi manfaat bagi masyarakat, industri, dan negara.

Pembukaan resmi oleh Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, menekankan pentingnya sinergi antara komunitas riset di perguruan tinggi dengan agenda riset nasional agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada laporan administratif, tetapi berujung pada outcome nyata berupa solusi kebijakan, penguatan industri, dan peningkatan kesejahteraan publik.

Ia mengapresiasi inisiatif ADPIKI yang memposisikan ilmu komunikasi sebagai jembatan strategis antara pengetahuan, profesi, dan ruang publik dalam menghadapi tantangan era digital serta transformasi kebijakan berbasis sains.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pelantikan Pengurus ADPIKI yang akan mengemban mandat pengembangan program riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat, disusul Simposium Nasional yang menghadirkan para guru besar dan pakar ilmu komunikasi sebagai narasumber utama.

Simposium ini menjadi ruang dialog ilmiah untuk merumuskan agenda riset komunikasi ke depan, termasuk isu-isu strategis seperti ekologi media, komunikasi kebijakan publik, etika komunikasi digital, hingga penguatan literasi media masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian, Rakernas ADPIKI di Bogor akan menyusun peta jalan (roadmap) program kerja asosiasi, termasuk pengembangan jejaring riset kolaboratif, penguatan forum masterclass, serta penyusunan rekomendasi kebijakan komunikasi bagi pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun daerah.

ADPIKI menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak ekosistem riset komunikasi yang inklusif, berintegritas, dan berorientasi pada dampak nyata bagi kehidupan publik Indonesia.

x|close