Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Arif Satria mengajak pelaku industri untuk lebih aktif memanfaatkan hasil riset dalam negeri, sebagai langkah strategis mempercepat inovasi serta mendorong hilirisasi teknologi di Indonesia.
Dalam agenda BRIN Goes to Industry yang digelar di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026, Arif menegaskan bahwa sektor swasta memiliki posisi krusial dalam menggerakkan inovasi berbasis pasar.
"Swasta sebagai pelaku di pasar tentu paham betul kebutuhan-kebutuhan yang ada, paham betul bagaimana tingkat efisiensi, tingkat kelaikan ekonomi, kelaikan finansial, yang memang sangat satu dikuasai swasta dan kedua diperlukan dalam kerja sama ini," katanya.
Arif mengungkapkan, tidak jarang calon investor mengurungkan niat menanamkan modal di perusahaan dalam negeri karena belum adanya validasi teknologi terhadap produk yang akan dipasarkan.
Baca Juga: Resmi Menjabat, Kepala BRIN Arif Satria Ajak Sivitas Akademika Bersama Ciptakan Masa Depan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria ditemui di sela-sela Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan Profesor Riset BRIN di Jakarta, Selasa, 25 November 2025. ANTARA/Sean Filo Muhamad (Antara)
Menurutnya, proses validasi tersebut menjadi bagian penting dalam tahap inkubasi teknologi.
"Jadi, proses validasi itulah yang saya sebut sebagai inkubasi teknologi, karena ada teknologi yang mungkin harus disempurnakan, teknologi harus ditambah, teknologi harus semakin di-improve. Nah, di situlah peran BRIN menjadi sangat penting untuk bisa bersama-sama termasuk untuk memahami kebutuhan dari industri seperti apa," ujarnya.
Sebagai bentuk konkret kolaborasi, BRIN membuka akses melalui Rumah Inovasi Indonesia bagi para mitra industri yang ingin menjalin kerja sama riset dan pengembangan.
Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat proses hilirisasi teknologi agar hasil invensi tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat dimanfaatkan secara luas.
"Jadi kita ini berharap bisa mempercepat proses pemanfaatan teknologi, hasil invensi yang ada di BRIN untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, oleh industri, untuk kepentingan masyarakat, untuk kepentingan bisnis, maupun untuk kepentingan pemerintah," tutur Arif Satria.
Baca Juga: Kepala BRIN Prof Arif Satria: Penyimpanan Data di DNA Jadi Lompatan Baru Riset Indonesia
Kegiatan BRIN Goes to Industry turut menghadirkan dialog bersama Kepala BRIN dan diikuti oleh perwakilan dari 50 mitra industri.
Dalam forum tersebut, para peserta berbagi pengalaman terkait kerja sama lisensi dengan BRIN, manfaat yang dirasakan, hingga tantangan dalam proses pemanfaatan dan komersialisasi produk berbasis riset.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam kegiatan BRIN Goes to Industry di Jakarta, Kamis 26 Februari 2026. ANTARA/Sean Filo Muhamad (Antara)